Punya Rekam Jejak Kerukunan, Mempawah Kembali Jadi Ruang Diskusi Penguatan Humanisme Religius

00:00
00:00
Focused Group Discussion yang dilaksanakan Tim Peneliti Mora The Air Fund 2026, di Aula Gedung PGRI Mempawah. Foto Istimewa

JURNAL GALAHERANG – Penguatan literasi publik tentang humanisme religius dinilai penting untuk terus menjaga dan memperkuat kerukunan masyarakat di Kabupaten Mempawah. 

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam kegiatan Policy Brief Tim Peneliti Mora The Air Fund 2026 yang digelar di Aula Gedung PGRI Mempawah, Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan mengangkat tema “Penguatan Literasi Publik tentang Humanisme Religious di Kabupaten Mempawah”. 

Kegiatan dalam bentuk Focused Group Discussion ini merupakan kali kedua tim peneliti hadir di Kabupaten Mempawah untuk berdiskusi dan menggali berbagai masukan mengenai pentingnya penguatan nilai-nilai humanisme religius dalam kehidupan masyarakat.

Tim peneliti terdiri dari Prof. Dr. H. Zaenuddin, MA selaku ketua, Elmansyah, M.S.I., Ona Sastri Lumban Tobing, M.Th., Oktavianey Gasperius Meman, M.Th., dan Angga Setya Bhakti, M.Hum.

Dalam kegiatan tersebut, tim peneliti berdiskusi dengan para tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mempawah. Diskusi juga melibatkan perwakilan instansi vertikal, di antaranya Kodim, Polres, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah.

Pertemuan tersebut membahas berbagai pengalaman dan praktik baik masyarakat Kabupaten Mempawah dalam menjaga kehidupan yang rukun dan damai di tengah keberagaman.

Kabupaten Mempawah kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu daerah yang berhasil merawat keberagaman. Pengalaman masyarakat dalam membangun hubungan lintas agama diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus model penguatan kerukunan bagi daerah lain di Indonesia.

Meski demikian, kondisi masyarakat yang tampak aman dan nyaman di permukaan belum tentu sepenuhnya terbebas dari dinamika sosial yang tersembunyi. 

Dalam kehidupan bermasyarakat, perubahan sikap, relasi antarwarga, serta berbagai tantangan terhadap toleransi selalu mungkin terjadi, termasuk di Kabupaten Mempawah.

Karena itu, kerukunan yang telah terbangun perlu terus dirawat dan diperkuat. Penguatan literasi publik tentang humanisme religius menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat semakin memahami nilai kemanusiaan, toleransi, saling menghormati, serta mampu hidup berdampingan dalam perbedaan.

Ketua FKUB Kabupaten Mempawah, H. Askandar, mengungkapkan bahwa Kabupaten Mempawah pernah menerima Harmony Award 2020 dari Menteri Agama Republik Indonesia. 

Penghargaan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat Kabupaten Mempawah telah berkontribusi dalam menciptakan kerukunan umat beragama. Hal itu terlihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat maupun ketika umat beragama menjalankan dan merayakan hari besar keagamaan.

Namun demikian, imbuh dia, seperti daerah lain yang memiliki masyarakat majemuk, Mempawah tetap memerlukan penguatan secara berkelanjutan agar harmoni sosial tidak hanya mampu dipertahankan, tetapi juga berkembang menjadi budaya publik yang semakin kokoh.

"Untuk itu, praktik humanisme religius di Kabupaten Mempawah perlu terus diperkuat melalui kebijakan, pendidikan, dan berbagai gerakan sosial yang melibatkan masyarakat," katanya. 

Dengan demikian, kerukunan tidak hanya menjadi kondisi yang dirasakan saat ini, tetapi dapat tumbuh menjadi nilai bersama yang diwariskan kepada generasi berikutnya serta menjadi kekuatan masyarakat Mempawah dalam menjaga keberagaman dan kedamaian.

Penulis : Tim Liputan

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Punya Rekam Jejak Kerukunan, Mempawah Kembali Jadi Ruang Diskusi Penguatan Humanisme Religius
  • Punya Rekam Jejak Kerukunan, Mempawah Kembali Jadi Ruang Diskusi Penguatan Humanisme Religius
  • Punya Rekam Jejak Kerukunan, Mempawah Kembali Jadi Ruang Diskusi Penguatan Humanisme Religius
  • Punya Rekam Jejak Kerukunan, Mempawah Kembali Jadi Ruang Diskusi Penguatan Humanisme Religius
  • Punya Rekam Jejak Kerukunan, Mempawah Kembali Jadi Ruang Diskusi Penguatan Humanisme Religius
  • Punya Rekam Jejak Kerukunan, Mempawah Kembali Jadi Ruang Diskusi Penguatan Humanisme Religius

Posting Komentar