Hari Mangrove Sedunia, Kodaeral XII dan Pemkab Mempawah Perkuat Kolaborasi Jaga Pesisir

00:00
00:00
Penanaman mangrove dalam rangka peringatan Hari Mangrove Sedunia yang dirangkaikan dengan HUT ke-1 Komando Daerah Maritim (Kodaeral) XII di kawasan Ekowisata Mangrove, Desa Sungai Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh. Foto Prokopim Mempawah

JURNAL GALAHERANG – Kawasan pesisir Kabupaten Mempawah menyimpan potensi besar, namun di saat yang sama menghadapi tantangan abrasi dan perubahan iklim. Kondisi tersebut membuat upaya menjaga ekosistem mangrove dinilai perlu dilakukan secara bersama dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi menyampaikan hal itu saat menghadiri peringatan Hari Mangrove Sedunia yang dirangkaikan dengan HUT ke-1 Komando Daerah Maritim (Kodaeral) XII di kawasan Ekowisata Mangrove, Desa Sungai Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh, Sabtu, 25 Juli 2026.

Juli turut ambil bagian dalam penanaman mangrove bersama Komandan Kodaeral XII Laksamana Muda TNI Sawa, jajaran Forkopimda Kabupaten Mempawah, pejabat utama Kodaeral XII serta para tamu undangan.

Bagi Juli, penanaman mangrove tidak cukup dipandang sebagai kegiatan simbolis. Bibit yang ditanam harus dirawat hingga tumbuh dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

“Yang kita tanam hari ini bukan hanya pohon, tetapi juga harapan agar pesisir Mempawah tetap terlindungi dan bisa dinikmati generasi berikutnya,” ujar Juli.

Ia menyebut mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir. Selain membantu mengurangi ancaman abrasi dan dampak gelombang pasang, hutan mangrove menjadi habitat berbagai jenis biota serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui perikanan dan ekowisata.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Mempawah menyambut baik keterlibatan Kodaeral XII dalam kegiatan pelestarian lingkungan tersebut.

Juli menilai keberadaan TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam satu kegiatan menjadi gambaran pentingnya kolaborasi dalam menjaga wilayah pesisir.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. TNI, masyarakat dan seluruh pihak harus mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Kalau dilakukan bersama, upaya menjaga pesisir tentu akan lebih kuat,” katanya.

Ia berharap kawasan mangrove di Sungai Bakau Besar Laut dapat terus dikembangkan sebagai kawasan yang tidak hanya berfungsi ekologis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pengembangan ekowisata, menurutnya, harus tetap berjalan seiring dengan prinsip pelestarian lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Terakhir, Juli kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pelestarian mangrove sebagai gerakan bersama. 

Menurutnya, keberadaan kawasan mangrove merupakan aset penting yang harus dijaga untuk melindungi lingkungan sekaligus mendukung kesejahteraan warga pesisir.

“Kalau mangrove kita jaga, pantai terlindungi, ekosistem tetap hidup dan masyarakat juga mendapatkan manfaat. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Komandan Kodaeral XII Laksamana Muda TNI Sawa mengatakan, kegiatan penanaman mangrove menjadi momentum penting karena dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia dan HUT pertama Kodaeral XII.

Menurut Sawa, lingkungan pesisir yang terjaga memiliki kaitan erat dengan kekuatan maritim. Pesisir yang sehat akan memberikan ruang hidup yang lebih aman bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan berbagai ekosistem laut.

“Kawasan pesisir yang kuat merupakan fondasi penting bagi pertahanan laut yang tangguh,” katanya.

Ia menjelaskan, mangrove memiliki fungsi strategis sebagai benteng alami kawasan pantai. Selain menahan abrasi dan gelombang pasang, mangrove menjadi habitat biota pesisir serta mendukung kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.

Sawa menegaskan, menjaga kedaulatan laut tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan.

“Menjaga kedaulatan laut juga berarti memastikan ruang hidup masyarakat pesisir tetap lestari dan aman,” ujarnya.

Memasuki usia satu tahun, Kodaeral XII berharap keberadaannya dapat semakin dirasakan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung, termasuk dalam bidang lingkungan.

Sawa juga mengajak masyarakat Desa Sungai Bakau Besar Laut untuk tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Bibit yang telah ditanam harus dirawat agar dapat berkembang menjadi kawasan hijau yang kuat dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.

Penulis : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Hari Mangrove Sedunia, Kodaeral XII dan Pemkab Mempawah Perkuat Kolaborasi Jaga Pesisir
  • Hari Mangrove Sedunia, Kodaeral XII dan Pemkab Mempawah Perkuat Kolaborasi Jaga Pesisir
  • Hari Mangrove Sedunia, Kodaeral XII dan Pemkab Mempawah Perkuat Kolaborasi Jaga Pesisir
  • Hari Mangrove Sedunia, Kodaeral XII dan Pemkab Mempawah Perkuat Kolaborasi Jaga Pesisir
  • Hari Mangrove Sedunia, Kodaeral XII dan Pemkab Mempawah Perkuat Kolaborasi Jaga Pesisir
  • Hari Mangrove Sedunia, Kodaeral XII dan Pemkab Mempawah Perkuat Kolaborasi Jaga Pesisir

Posting Komentar