Karhutla Mulai Terkendali, Dandim 1201/Mempawah Minta Kesiapsiagaan Tetap Dijaga

00:00
00:00
Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini saat memberikan pemaparan pada Rapat Evaluasi Satgas Karhutla Kabupaten Mempawah. Foto Pendim 1201/Mempawah

JURNAL GALAHERANG - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Mempawah mulai menunjukkan perkembangan positif. Meski demikian, seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla diminta tidak mengendurkan kesiapsiagaan.

Komandan Kodim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, menegaskan penurunan titik hotspot bukan menjadi alasan bagi personel untuk mengurangi kewaspadaan.

Hal itu disampaikan Ali Isnaini saat mengikuti rapat evaluasi Satgas Karhutla Kabupaten Mempawah di Ruang Rapat LLK UKM, Jalan Daeng Manambon, Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir, Selasa malam, 22 September 2026.

Rapat tersebut dipimpin Wakil Bupati Mempawah JulinSuryadi Burdadi, dan dihadiri Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto, Kepala BPBD Mempawah Aswin AS, serta jajaran TNI-Polri, KPH, Manggala Agni, pemadam kebakaran, relawan dan unsur terkait lainnya.

Menurut Dandim, kondisi Karhutla yang mulai terkendali merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Namun, situasi tersebut tetap harus diikuti dengan kesiapan menghadapi kemungkinan perubahan kondisi di lapangan.

“Hotspot menurun bukan berarti tugas selesai. Kesiapsiagaan harus tetap dijaga, karena kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu,” tegasnya.

Ia juga meminta jajaran Satgas memastikan pemantauan kondisi lapangan berjalan secara berkelanjutan. Setiap perkembangan, kata dia, perlu dilaporkan secara cepat dan akurat agar langkah penanganan dapat segera disesuaikan.

Selain kesiapan personel, Ali menekankan pentingnya memastikan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla dalam kondisi siap digunakan.

Upaya pencegahan juga menjadi perhatian. Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dinilai perlu terus diperkuat, mengingat aktivitas tersebut dapat memicu munculnya titik api baru.

Dalam evaluasi itu, Satgas turut membahas perkembangan hotspot, kondisi kualitas udara, luasan lahan terdampak, berbagai kendala di lapangan hingga prakiraan cuaca dan iklim dari BMKG.

Hasil evaluasi kemudian menjadi dasar untuk memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Asap akibat Karhutla di Kabupaten Mempawah.

Status tersebut diperpanjang selama 14 hari, terhitung mulai 23 September hingga 6 Oktober 2026.

Perpanjangan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi Karhutla sekaligus memastikan personel, peralatan dan seluruh unsur penanganan tetap berada dalam kondisi siap menghadapi kemungkinan munculnya kebakaran baru.

Penulis : Pendim 1201/Mempawah

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Karhutla Mulai Terkendali, Dandim 1201/Mempawah Minta Kesiapsiagaan Tetap Dijaga
  • Karhutla Mulai Terkendali, Dandim 1201/Mempawah Minta Kesiapsiagaan Tetap Dijaga
  • Karhutla Mulai Terkendali, Dandim 1201/Mempawah Minta Kesiapsiagaan Tetap Dijaga
  • Karhutla Mulai Terkendali, Dandim 1201/Mempawah Minta Kesiapsiagaan Tetap Dijaga
  • Karhutla Mulai Terkendali, Dandim 1201/Mempawah Minta Kesiapsiagaan Tetap Dijaga
  • Karhutla Mulai Terkendali, Dandim 1201/Mempawah Minta Kesiapsiagaan Tetap Dijaga

Posting Komentar