Langkah Humanis Kapolres Mempawah Saat Temukan Warga Bakar Sampah di Tengah Ancaman Karhutla

00:00
00:00
Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto bersama warga Jalan Pangsuma, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur padamkan sisa pembakaran sampah dan rumput di lokasi rawan karhutla guna mencegah api menjadi tak terkendali. Foto Istimewa 

JURNAL GALAHERANG – Perjalanan Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto, S.I.K  setelah meninjau pembangunan Sumur Bor untuk antisipasi penanganan Dampak Karhutla di Dusun Moton Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kamis, 17 September 2026, sempat terhenti. 

Bukan karena kendala perjalanan, melainkan karena melihat seorang warga tengah bersiap  untuk mulai membakar sampah di halaman depan rumahnya di Jalan Pangsuma.

Kondisi tersebut langsung menjadi perhatian Kapolres. Didampingi Kabag Log Polres Mempawah AKP Arifin Harahap, Ade memilih singgah dan menyampaikan imbauan secara langsung kepada warga tersebut.

Dengan pendekatan humanis, Kapolres mengingatkan agar warga tidak melakukan pembakaran sampah, terlebih kondisi lingkungan saat ini cenderung kering, sehingga api kecil sekalipun berpotensi merembet ke area lain dan bisa memicu kebakaran lahan.

“Saat ini jangan membakar sampah dulu, Pak. Kondisi sekarang kering. Kita khawatir api merembet dan nanti sulit dipadamkan,” ujar Ade kepada warga.

Tak berhenti pada imbauan, Kapolres kemudian bersama warga bersangkutan langsung menyiram lokasi pembakaran menggunakan air. Keduanya memastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan bara yang berpotensi kembali menyala.

Momen sederhana tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian aparat kepolisian dalam mencegah kebakaran sejak dari sumber terkecil. Terlebih Jalan Pangsuma merupakan akses menuju Dusun Moton Asam, Desa Antibar, yang menjadi tujuan Kapolres untuk meninjau kondisi terkini pasca penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ade mengatakan, pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas di lapangan. Peran masyarakat sangat penting, terutama dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

“Jangan anggap remeh api kecil. Dalam kondisi kering seperti sekarang, api bisa dengan cepat membesar dan merembet. Kita ingin mencegah sebelum terjadi kebakaran,” pesannya.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan adanya titik api atau kebakaran, warga diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin.

“Kalau ada api atau melihat kebakaran, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan dan mencegah karhutla,” tegasnya. 

Langkah sederhana yang dilakukan bersama menunjukkan bahwa pencegahan karhutla dapat dimulai dari hal kecil. Bahkan ketika menemukan potensi bahaya di tengah perjalanan, Kapolres memilih turun langsung, mengingatkan dengan cara humanis, sekaligus ikut memastikan api benar-benar padam.

Penulis : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Langkah Humanis Kapolres Mempawah Saat Temukan Warga Bakar Sampah di Tengah Ancaman Karhutla
  • Langkah Humanis Kapolres Mempawah Saat Temukan Warga Bakar Sampah di Tengah Ancaman Karhutla
  • Langkah Humanis Kapolres Mempawah Saat Temukan Warga Bakar Sampah di Tengah Ancaman Karhutla
  • Langkah Humanis Kapolres Mempawah Saat Temukan Warga Bakar Sampah di Tengah Ancaman Karhutla
  • Langkah Humanis Kapolres Mempawah Saat Temukan Warga Bakar Sampah di Tengah Ancaman Karhutla
  • Langkah Humanis Kapolres Mempawah Saat Temukan Warga Bakar Sampah di Tengah Ancaman Karhutla

Posting Komentar