Diskes PPKB Mempawah Temukan 28 Kasus Baru HIV Sepanjang Semester I 2026

00:00
00:00

Ilustrasi pemeriksaan HIV. Diskes PPKB Kabupaten Mempawah mencatat penemuan 28 kasus baru HIV selama periode Januari–Juni 2026 dari hasil skrining terhadap 3.660 orang. Ilustrasi/AI.

JURNAL GALAHERANG – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskes PPKB) Kabupaten Mempawah mencatat penemuan 28 kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) selama periode Januari hingga Juni 2026.

Kasus tersebut teridentifikasi melalui program skrining yang dilaksanakan terhadap 3.660 orang. Pemeriksaan difokuskan pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penularan HIV sebagai bagian dari upaya deteksi dini yang terus diperkuat pemerintah daerah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes PPKB Kabupaten Mempawah, Harun Arrasyid, mengatakan penemuan kasus baru tersebut merupakan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan secara berkesinambungan.

"Selama Januari hingga Juni 2026, kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 3.660 orang dan ditemukan 28 kasus baru HIV. Dari jumlah tersebut, mayoritas berasal dari kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL)," ujarnya, Senin, 13 Juli 2026.

Harun menjelaskan, seluruh pasien yang telah dinyatakan positif HIV kini menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara rutin. Terapi tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan agar jumlah virus di dalam tubuh dapat ditekan sehingga kondisi kesehatan penderita tetap terjaga.

"Rata-rata mereka yang terdiagnosis sudah menjalani pengobatan secara rutin. Penderita HIV memang harus melakukan kontrol kesehatan berkala dan mengonsumsi obat seumur hidup sesuai anjuran tenaga kesehatan," jelasnya.

Ia menuturkan, pelaksanaan skrining HIV tidak dilakukan kepada seluruh masyarakat secara acak. Pemeriksaan lebih diprioritaskan kepada kelompok-kelompok yang berdasarkan kajian epidemiologi memiliki risiko penularan lebih tinggi, seperti kelompok LSL, wanita penjaja seks, serta warga binaan pemasyarakatan.

Menurut Harun, strategi tersebut bertujuan agar kasus HIV dapat ditemukan sedini mungkin sehingga pasien segera memperoleh layanan pengobatan sekaligus meminimalkan potensi penularan di masyarakat.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa HIV merupakan penyakit yang dapat dikendalikan apabila penderita disiplin menjalani terapi ARV. Dengan pengobatan yang teratur, orang dengan HIV tetap memiliki kesempatan untuk hidup sehat, produktif, serta menurunkan risiko penularan kepada orang lain.

Harun juga mengajak masyarakat untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV. Menurutnya, dukungan sosial dan kemudahan akses terhadap layanan kesehatan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan.

"Yang terpenting adalah mereka mendapatkan akses layanan kesehatan dan patuh menjalani pengobatan. Semakin cepat diketahui, semakin baik pula penanganannya," pungkasnya.

Penulis : Tim Liputan

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Diskes PPKB Mempawah Temukan 28 Kasus Baru HIV Sepanjang Semester I 2026
  • Diskes PPKB Mempawah Temukan 28 Kasus Baru HIV Sepanjang Semester I 2026
  • Diskes PPKB Mempawah Temukan 28 Kasus Baru HIV Sepanjang Semester I 2026
  • Diskes PPKB Mempawah Temukan 28 Kasus Baru HIV Sepanjang Semester I 2026
  • Diskes PPKB Mempawah Temukan 28 Kasus Baru HIV Sepanjang Semester I 2026
  • Diskes PPKB Mempawah Temukan 28 Kasus Baru HIV Sepanjang Semester I 2026

Posting Komentar