HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pesisir Tanjung Mempawah Tergerus Abrasi, Lahan Warga dan Wisata Terancam

Abrasi Pantai Tanjung Burung di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalbar, yang kian mengkhawatirkan. Foto Istimewa

JURNAL GALAHERANG - Abrasi di kawasan pesisir Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, kian mengkhawatirkan. 

Garis pantai terus tergerus, bahkan dalam kurun waktu setahun terakhir, lebih dari 20 meter daratan dilaporkan hilang dihantam gelombang laut.

Fenomena ini tidak hanya menggerus bibir pantai, tetapi juga memusnahkan berbagai ruang hidup masyarakat. 

Kebun kelapa, lahan persawahan, hingga kawasan wisata pantai yang dahulu menjadi tempat rekreasi keluarga dan lokasi usaha UMKM, kini nyaris tak tersisa. Hamparan pasir putih yang dulu menjadi daya tarik Pantai Tanjung Burung perlahan lenyap, menyisakan kenangan bagi warga setempat.

Lurah Tanjung, Sy. Hilman Noviardi, menyampaikan bahwa abrasi menjadi penyebab utama menyusutnya wilayah pesisir di kelurahannya. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh dampak perubahan iklim serta minimnya vegetasi pelindung alami di sepanjang garis pantai.

“Ketika mangrove belum tumbuh optimal, pantai tidak memiliki benteng alami. Akibatnya, gelombang laut dengan mudah masuk ke daratan dan mempercepat kerusakan,” ujarnya, Senin, 9 Februari 2026.

Menurut Novi, abrasi telah menimbulkan berbagai dampak serius, mulai dari hilangnya daratan pesisir, meningkatnya potensi banjir rob, hingga ancaman lenyapnya kawasan pemukiman dan lahan produktif warga.

“Informasi dari masyarakat menunjukkan, setiap tahun lebih dari 20 meter garis pantai di Tanjung terkikis. Karena itu, kami sangat berharap adanya langkah cepat dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalbar, maupun Pemkab Mempawah,” ungkapnya.

Di sisi lain, pihak kelurahan terus mendorong keterlibatan berbagai elemen dalam upaya penyelamatan pesisir. Mulai dari komunitas lingkungan, sektor swasta, BUMN, karang taruna, masyarakat umum hingga pelajar diajak berpartisipasi dalam aksi-aksi nyata di lapangan.

“Kami masih menunggu realisasi pembangunan kubus beton sebagai penahan ombak. Informasinya, program tersebut akan dilaksanakan tahun ini di Kelurahan Tanjung,” katanya.

Baca juga : Jaga Ekosistem Pesisir, Grup MIND ID Tanam Ribuan Mangrove di Sungai Duri II Mempawah

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Ketua Karang Taruna Kelurahan Tanjung, Iqbal. Ia menilai abrasi di Pantai Tanjung Burung sudah berada pada tahap mengkhawatirkan karena berdampak langsung terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.

“Kami meminta pemerintah daerah segera memberi perhatian serius terhadap kondisi Pantai Tanjung Burung. Jika dibiarkan, kerusakan akan semakin luas dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Iqbal menambahkan, kawasan pantai tersebut sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata dan ruang publik. Namun, tanpa penanganan yang tepat—seperti pembangunan penahan ombak serta program rehabilitasi pesisir—kondisi pantai dipastikan akan terus memburuk.

Karang Taruna Kelurahan Tanjung pun menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat.

“Kami siap mendukung setiap program penyelamatan pesisir. Harapannya, langkah konkret bisa segera diwujudkan agar abrasi di Pantai Tanjung Burung tidak semakin parah,” pungkas Iqbal.***

Posting Komentar