Proyek Hilirisasi Bauksit, Bupati Erlina Optimistis Serap Banyak Tenaga Kerja dan Dongkrak Ekonomi Daerah
![]() |
| Bupati Mempawah Erlina (lima dari kanan) saat menghadiri groundbreaking proyek hilirisasi industri alumina dan aluminium di Kabupaten Mempawah. Foto Diskominfo Mempawah |
JURNAL GALAHERANG - Bupati Mempawah Erlina menghadiri peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek hilirisasi industri alumina dan aluminium di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat, 6 Februari 2026.
Proyek tersebut digarap Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID yaitu PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum dengan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) melalui PT Borneo Alumina Indonesia, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Hilirisasi bauksit tersebut meliputi fasilitas pengolahan dan pemurnian aluminium atau smelter aluminium fase 1, dan smelter grade alumina refinery (SGAR) atau pengolahan bijih bauksit menjadi alumina fase 2.
Bupati Mempawah Erlina berharap kehadiran proyek-proyek strategis tersebut dapat menjadi pembelajaran sekaligus peluang bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk mendorong peningkatan ekonomi daerah.
“Dengan adanya proyek ini, tentu dampak pertama yang kita harapkan adalah penyerapan tenaga kerja lokal. Itu yang paling penting. Selain itu, akan ada pergerakan ekonomi masyarakat, mulai dari kedatangan penduduk dari luar daerah hingga tumbuhnya usaha-usaha pendukung,” ujar Erlina.
Baca juga : Indonesia Perkuat Kedaulatan Industri Lewat Mega Proyek Hilirisasi Aluminium di Mempawah Kalbar
Ia menambahkan, masyarakat Mempawah sudah mulai merasakan dampak ekonomi, seperti penyediaan homestay di rumah-rumah warga, jasa kos, hingga peluang kerja baru seperti kebersihan dan jasa pendukung lainnya.
“Kami juga berharap melalui dana CSR perusahaan dan dukungan pemerintah, dapat dibangun fasilitas pendidikan yang memadai bagi anak-anak kami, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA,” katanya.
Menurut Erlina, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar masyarakat lokal, khususnya generasi muda Kalimantan Barat, dapat dipersiapkan dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.
“Harapannya, anak-anak Kalbar tidak hanya menjadi penonton, tetapi benar-benar siap dan mampu bekerja di sektor industri yang berkembang di daerahnya sendiri,” tutupnya.
Penulis : Apri
