HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Korban Dampak Asap Kebakaran Lahan di Desa Galang Bertambah, Ini Langkah Polsek Sungai Pinyuh

Petugas Polsek Sungai Pinyuh memantau para korban yang dirawat di Puskesmas Pinyuh akibat terdampak asap kebakaran lahan di Desa Galang. Foto Istimewa

JURNAL GALAHERANG - Dampak kebakaran lahan yang terjadi di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, terus meluas. 

Jumlah warga dan pengguna jalan yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap tebal kini bertambah menjadi lima orang, dan harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Sungai Pinyuh.

Kebakaran lahan yang terjadi pada Minggu, 8 Februari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB tersebut berada di kawasan lahan gambut dan semak belukar, tepatnya di RT 002/RW 001 Dusun Utara Desa Galang. 

Lokasi kebakaran yang berdekatan dengan pemukiman warga, serta Jalan Raya Galang yang menjadi jalur utama Sungai Pinyuh menuju Anjongan, menyebabkan asap pekat menyelimuti kawasan sekitar dan mengganggu jarak pandang serta pernapasan.

Berdasarkan data yang diterima dari lapangan, lima orang warga dan pengguna jalan dilaporkan mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan kondisi yang beragam, mulai dari sesak napas, kejang-kejang, hingga batuk disertai darah. 

Para korban tersebut saat ini menjalani perawatan medis di Puskesmas Sungai Pinyuh, sementara sebagian lainnya telah dinyatakan mulai membaik.

Akibat asap tebal yang menghalangi pandangan, arus lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Galang sempat mengalami gangguan serius. Sejumlah kendaraan dari arah Sungai Pinyuh menuju Anjongan terpaksa melambat bahkan berhenti sementara demi keselamatan pengendara.

Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Setyadi, mengatakan pihak kepolisian bersama unsur Forkopimcam dan instansi terkait telah mengambil langkah cepat dalam penanganan kebakaran, serta dampak yang ditimbulkan.

“Kami bersama rekan TNI, BPBD, satuan pemadam kebakaran, dan unsur masyarakat terus melakukan upaya pemadaman. Personel Polsek dan Unit Lantas juga kami turunkan untuk pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas, serta pembagian masker kepada warga dan pengguna jalan,” ujar Kapolsek.

Upaya pemadaman kebakaran melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Kabupaten Mempawah, Badan Pemadam Api Jaguar Sungai Pinyuh, BPASP Sungai Pinyuh, serta pemadam dari PT PSP. 

Selain itu, personel pengamanan gabungan dari Sat Samapta Polres Mempawah dan Polsek Sungai Pinyuh turut disiagakan di lokasi kejadian.

Hingga saat ini, proses pemadaman api masih terus berlangsung. Aparat gabungan tetap mewaspadai potensi munculnya titik api baru, mengingat kondisi lahan gambut yang mudah terbakar serta cuaca kering yang disertai hembusan angin.

Pihak kepolisian juga menegaskan akan melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran lahan tersebut, sekaligus meningkatkan upaya pembinaan, penyuluhan, dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama menjelang musim kemarau.

Penulis : Apri

Ad