Hangatnya Minggu Kasih di Gereja Bukit Sion, Kapolres Mempawah Titip Pesan Keselamatan dan Kerukunan

00:00
00:00
Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto bersama jajaran dan jemaat Gereja PPIK Bukit Sion dalam kegiatan Minggu Kasih Polres Mempawah. Foto Istimewa

Mempawah, Jurnal Galaherang – Kedekatan Polri dengan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga dengan hadir, mendengar, dan membangun kebersamaan tanpa membedakan latar belakang agama, suku, ras maupun budaya.

Pesan tersebut disampaikan Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto, S.I.K., saat mengikuti kegiatan Minggu Kasih bersama jemaat Gereja PPIK Bukit Sion, di Gang Purnajaya, Jalan R. Soejarwo, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Minggu, 1 November 2026.

Hadir Wakapolres Kompol Reynaldi Guzel, Kapolsek Mempawah Hilir AKP Edi Marwan, dan Plt Kasat Binmas AKP Agus Pandi. 

Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Kapolres menegaskan bahwa kehadiran Polri bersama unsur pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan negara sekaligus komitmen untuk membangun komunikasi dan kebersamaan.

Ia mengatakan, pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh unsur pemerintahan tidak mungkin menjalankan tugas secara maksimal tanpa dukungan dan keterlibatan masyarakat. Sebab, aparat juga merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.

"Kami hadir di sini sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Pemerintah, TNI, Polri beserta seluruh unsur pemerintahan tidak mungkin bisa bekerja tanpa bersama-sama dengan masyarakat. Karena kami juga adalah bagian dari masyarakat," ungkapnya.

Menurut Kapolres, melalui kegiatan Minggu Kasih, berbagai persoalan sosial dapat dibicarakan secara terbuka. Dengan duduk bersama, masyarakat dan aparat bisa memahami persoalan, menemukan akar permasalahan, serta mencari solusi secara bersama-sama.

Ia juga mengajak seluruh jemaat untuk terus merawat toleransi dan menghargai keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Kapolres mengingatkan bahwa setiap manusia tidak pernah bisa menentukan akan dilahirkan dari suku, agama, budaya, maupun latar belakang seperti apa. Namun, seluruh masyarakat Indonesia telah ditakdirkan hidup bersama sebagai satu bangsa yang memiliki landasan nilai luhur Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Untuk menggambarkan indahnya keberagaman, ia membagikan pengalamannya ketika menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol). Saat itu, ia tinggal dalam satu kamar bersama rekan-rekan yang memiliki latar belakang agama berbeda.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi gambaran nyata bahwa perbedaan bukan penghalang untuk saling menghormati, mengasihi, dan membangun persaudaraan.

"Indahnya Indonesia itu Bhinneka Tunggal Ika. Kita berbeda-beda, tetapi tetap satu tujuan. Ketika kita bersatu dan memiliki niat baik, pasti akan datang hal-hal kebaikan," tuturnya.

Kapolres juga mengajak masyarakat mengambil hikmah dari nilai kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama yang disampaikan dalam pesan keagamaan. Ia menekankan bahwa niat tulus untuk berbuat baik kepada orang lain akan membuka jalan bagi hadirnya kebaikan dalam kehidupan bersama.

Selain menyampaikan pesan toleransi, Kapolres memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan berlalu lintas, mengingat Kabupaten Mempawah merupakan salah satu jalur utama yang semakin ramai seiring aktivitas Pelabuhan Kijing dan kawasan industri.

Ia pun mengajak para orang tua untuk lebih peduli terhadap keselamatan anak-anak, mulai dari penggunaan helm, tidak berboncengan melebihi kapasitas, hingga mematuhi aturan lalu lintas.

Menurutnya, penggunaan helm tidak boleh dianggap sepele meskipun jarak perjalanan dekat. Sebab, risiko kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

"Kalau dekat bukan berarti aman. Kita tidak pernah tahu di depan ada batu atau kerikil, kemudian kita terjatuh. Mari saling mengingatkan keluarga, anak-anak, dan keponakan kita agar selalu menggunakan helm," pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan telepon genggam oleh anak-anak.

Ia menilai, perkembangan teknologi harus diarahkan untuk hal-hal positif, termasuk membiasakan anak mengakses konten edukatif dan pesan-pesan kebaikan sesuai nilai agama.

Jangan sampai handphone justru menjadi sumber pengaruh negatif bagi anak akibat kebiasaan mengakses konten yang berisi caci maki, saling merendahkan, iri hati, dan perilaku tidak terpuji lainnya.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba dan jeratan pinjaman online.

Kapolres mengimbau masyarakat yang mengetahui anggota keluarga atau lingkungan sekitarnya terindikasi menggunakan narkoba agar segera melaporkannya kepada pihak berwenang sehingga dapat dilakukan asesmen dan penanganan, termasuk rehabilitasi sesuai ketentuan.

"Pencegahan jauh lebih baik daripada hal buruk datang. Kalau kita sayang dengan keluarga kita yang terkena narkoba, mari segera laporkan agar bisa mendapatkan penanganan dan rehabilitasi," tegasnya.

Menjelang perayaan Natal pada Desember mendatang, Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana aman, damai, dan nyaman bagi umat Kristiani dalam menjalankan ibadah.

Ia menegaskan bahwa penertiban knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong yang selama ini dilakukan jajaran Polres Mempawah bukan semata-mata untuk melakukan penindakan, melainkan juga demi kepentingan kemanusiaan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.

Menurutnya, suara bising knalpot brong dapat mengganggu kekhusyukan umat yang sedang beribadah, sekaligus mengusik warga yang sedang beristirahat maupun orang tua yang tengah sakit.

"Kami bukan sekadar mau menilang, tetapi demi alasan kemanusiaan dan keselamatan. Mari kita saling mengingatkan agar tidak menggunakan knalpot brong yang bisa mengganggu saudara-saudara kita beribadah maupun masyarakat yang sedang beristirahat," ujarnya.

Kapolres berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui Minggu Kasih dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak jemaat menjadi bagian dari terciptanya lingkungan yang aman, damai, toleran, dan saling peduli.

Ia menegaskan, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Kehadiran Kapolres bersama jajaran disambut baik oleh pihak gereja dan jemaat. Pdt. Melanton Timu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta silaturahmi yang dilakukan Kapolres Mempawah bersama jajaran. Menurutnya, kehadiran kepolisian di tengah jemaat menjadi bentuk perhatian sekaligus membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh jemaat untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Kapolres Mempawah beserta seluruh jajaran yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan bersilaturahmi bersama kami. Kehadiran ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi jemaat," ungkap Pdt. Melanton Timu.

Ia berharap silaturahmi seperti ini terus terjalin dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, keamanan dan kedamaian merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian, serta dukungan seluruh lapisan masyarakat.

"Mari kita sebagai jemaat dan bagian dari masyarakat Mempawah senantiasa mendukung tugas-tugas kepolisian. Sebab, kedamaian tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja, tetapi lahir dari hati dan kepedulian kita bersama," pesannya.

Tidak hanya menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, kegiatan Minggu Kasih tersebut juga diisi dengan pelayanan kesehatan gratis oleh Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Mempawah. 

Jemaat yang hadir mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Kehangatan kegiatan juga terlihat ketika Kapolres Mempawah menyambangi anak-anak yang sedang mengikuti aktivitas belajar Sekolah Minggu di lingkungan gereja. 

Dengan penuh kasih dan keakraban, AKBP Ade Chandra menyapa serta berinteraksi langsung dengan anak-anak, menciptakan suasana ceria dan penuh kedekatan.

Penulis : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Hangatnya Minggu Kasih di Gereja Bukit Sion, Kapolres Mempawah Titip Pesan Keselamatan dan Kerukunan
  • Hangatnya Minggu Kasih di Gereja Bukit Sion, Kapolres Mempawah Titip Pesan Keselamatan dan Kerukunan
  • Hangatnya Minggu Kasih di Gereja Bukit Sion, Kapolres Mempawah Titip Pesan Keselamatan dan Kerukunan
  • Hangatnya Minggu Kasih di Gereja Bukit Sion, Kapolres Mempawah Titip Pesan Keselamatan dan Kerukunan
  • Hangatnya Minggu Kasih di Gereja Bukit Sion, Kapolres Mempawah Titip Pesan Keselamatan dan Kerukunan
  • Hangatnya Minggu Kasih di Gereja Bukit Sion, Kapolres Mempawah Titip Pesan Keselamatan dan Kerukunan

Posting Komentar