Dandim Mempawah Pantau Uji Terbang Chinook CH-47 Jepang untuk Penanganan Karhutla
JURNAL GALAHERANG - Helikopter Chinook CH-47 milik Pasukan Bela Diri Jepang (Japan Self-Defense Forces/JSDF) menjalani uji coba penerbangan di sekitar Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Selasa, 15 September 2026.
Uji terbang tersebut menjadi bagian dari persiapan dukungan JSDF untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Pelaksanaan uji coba itu turut dipantau langsung Komandan Kodim 1201/Mempawah sekaligus Dansubsatgas Karhutla Kabupaten Mempawah, Letkol Czi Ali Isnaini.
Pemantauan dilakukan untuk melihat kesiapan dukungan udara yang nantinya dapat digunakan dalam penanganan karhutla, terutama ketika personel maupun peralatan harus digerakkan menuju lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Menurut Letkol Czi Ali Isnaini, keberadaan helikopter dengan kemampuan angkut seperti Chinook CH-47 dapat menjadi tambahan dukungan ketika penanganan karhutla membutuhkan pergerakan secara cepat.
“Penanganan karhutla membutuhkan kecepatan dan kesiapsiagaan. Dukungan helikopter Chinook CH-47 ini tentunya menjadi tambahan kekuatan dalam mendukung upaya penanganan karhutla, terutama untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat,” ujar Dandim.
Ia menambahkan, kesiapan sarana pendukung harus berjalan beriringan dengan pencegahan dan deteksi dini di lapangan.
Koordinasi antarpihak juga dinilai penting agar setiap titik yang berpotensi terjadi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
“Kita harus terus memperkuat koordinasi dan tidak boleh lengah. Setiap potensi karhutla harus dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” tegasnya.
Uji penerbangan Chinook CH-47 di kawasan Pelabuhan Internasional Kijing menjadi bagian dari rangkaian persiapan dukungan JSDF untuk penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
Kehadiran dukungan udara tersebut diharapkan dapat menambah kemampuan personel di lapangan, khususnya dalam mobilisasi menuju wilayah yang memiliki kendala akses darat.
Di sisi lain, pencegahan tetap menjadi perhatian utama. TNI, Polri, pemerintah daerah dan instansi terkait terus didorong untuk menjaga koordinasi serta melakukan pemantauan terhadap potensi munculnya titik api di wilayah Kalimantan Barat.
Penulis : Pendim 1201/Mempawah
Editor : Apri

Posting Komentar