Tim Penyuluh Mabes TNI Bergerak Serentak Edukasi Karhutla di Sejumlah Desa Mempawah

00:00
00:00
Katimluh Gulkarhutla Brigjen TNI Washington Simanjuntak, saat memberikan penyuluhan tentang pencegahan karhutla kepada warga Desa Semparong-Parit Raden, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Foto Pendim 1201/Mempawah

JURNAL GALAHERANG - Sebanyak 21 personel Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI kembali turun ke sejumlah desa di Kabupaten Mempawah, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Mereka berpencar ke beberapa kecamatan untuk berdialog langsung dengan warga, perangkat desa, mahasiswa KKN hingga unsur TNI-Polri terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kegiatan tersebut tidak hanya berupa penyampaian materi. Tim juga melakukan komunikasi sosial, pemantauan hotspot dan mengajak masyarakat memahami langkah-langkah pencegahan Karhutla, terutama saat menggunakan api untuk membuka maupun membersihkan lahan.

Katimluh Gulkarhutla Brigjen TNI Washington Simanjuntak, mengatakan bahwa penyuluhan yang dilakukan secara berkelanjutan merupakan bagian dari strategi untuk memastikan pesan pencegahan Karhutla tidak berhenti pada satu kegiatan atau satu wilayah saja.

“Kegiatan ini adalah sebuah estafet. Hari ini kita berada di satu wilayah, sementara tim lainnya bergerak di wilayah yang berbeda di wilayah Mempawah.nDengan pola seperti ini, kita ingin memastikan edukasi pencegahan Karhutla menjangkau lapisan masyarakat seluas mungkin,” ujar Brigjen TNI Washington.

Menurutnya, keberhasilan pencegahan Karhutla sangat bergantung pada kesadaran masyarakat. Karena itu, pendekatan yang dilakukan Tim Penyuluh tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga komunikasi sosial dan dialog langsung dengan masyarakat serta unsur kewilayahan.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Jangan menunggu api muncul baru bergerak. Kita harus mencegah sejak dari awal, terutama dalam penggunaan api saat membuka atau membersihkan lahan,” tegasnya.

Pada Sabtu pagi, Tim Penyuluh III yang dipimpin Kolonel Tek Fajar Rosadi melaksanakan komunikasi sosial dan penyuluhan di Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan.

Di Kecamatan Segedong, Tim Penyuluh IV di bawah pimpinan Kolonel Mar Nandang memberikan edukasi kepada warga dan mahasiswa KKN di Desa Parit Bugis. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan komunikasi sosial, penyuluhan dan pemantauan hotspot di Dusun Pangguk, Desa Peniti Besar.

Sementara itu, Tim Penyuluh yang dipimpin Kolonel Laut (P) Jarot Wibisono melaksanakan sosialisasi bahaya Karhutla di Desa Toho, Kecamatan Sadaniang. Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga.

Pada siang hari, Tim Penyuluh II di bawah pimpinan Brigjen TNI Felix Lumbantobing, melaksanakan penyuluhan di SDN 12 Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur.

Penyuluhan tersebut melibatkan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Destana, MPA, para ketua RT serta masyarakat.

Di Kecamatan Sungai Kunyit, Brigjen TNI Washington Simanjuntak memimpin langsung penyuluhan penanggulangan Karhutla sekaligus menyampaikan kondisi Karhutla di Gedung Serbaguna Desa Semparong Parit Raden.

Kegiatan tersebut diikuti unsur pemerintah desa, TNI-Polri, Dinas Sosial, siswa S2 STIK Polri A-16 serta sekitar 50 masyarakat.

Brigjen TNI Washington menambahkan, keberadaan Tim Penyuluh Mabes TNI di Mempawah tidak hanya bertujuan menyampaikan imbauan, tetapi juga membangun jejaring dan sinergi dengan seluruh komponen di daerah.

“Kami berharap setiap desa yang kami datangi dapat menjadi titik tumbuh kesadaran baru. Dari perangkat desa, tokoh masyarakat sampai warga, semuanya memiliki peran untuk menjaga lingkungannya. Kalau kepedulian ini tumbuh bersama, upaya mencegah Karhutla akan jauh lebih kuat,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan penyuluhan akan terus dilanjutkan pada hari-hari berikutnya. Pada Minggu (30/8/2026), Tim Penyuluh kembali dijadwalkan bergerak di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Mempawah, Sungai Pinyuh, Jungkat, Segedong, Anjungan, Toho dan Sadaniang.

Pergerakan tim yang dilakukan secara serentak tersebut membuat edukasi pencegahan Karhutla tidak hanya terpusat di satu wilayah. Pesan untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar disampaikan langsung kepada masyarakat di berbagai desa, sekaligus mengajak unsur pemerintah dan kewilayahan ikut mengawasi kondisi di lapangan.

Kegiatan ini akan terus berlanjut dengan menyasar wilayah lainnya di Kabupaten Mempawah. Tim Penyuluh Mabes TNI diharapkan dapat menjangkau semakin banyak masyarakat sehingga pencegahan Karhutla dapat dilakukan sejak munculnya potensi kebakaran.

Penulis : Pendim 1201/Mempawah

Editor : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tim Penyuluh Mabes TNI Bergerak Serentak Edukasi Karhutla di Sejumlah Desa Mempawah
  • Tim Penyuluh Mabes TNI Bergerak Serentak Edukasi Karhutla di Sejumlah Desa Mempawah
  • Tim Penyuluh Mabes TNI Bergerak Serentak Edukasi Karhutla di Sejumlah Desa Mempawah
  • Tim Penyuluh Mabes TNI Bergerak Serentak Edukasi Karhutla di Sejumlah Desa Mempawah
  • Tim Penyuluh Mabes TNI Bergerak Serentak Edukasi Karhutla di Sejumlah Desa Mempawah
  • Tim Penyuluh Mabes TNI Bergerak Serentak Edukasi Karhutla di Sejumlah Desa Mempawah

Posting Komentar