Pantau Hotspot Secara Real Time, Bupati Mempawah dan Forkopimda Andalkan Lancang Kuning
JURNAL GALAHERANG - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Mempawah semakin diperkuat dengan pemantauan titik panas secara real time melalui Dasbor Lancang Kuning di Monitoring Center Polres Mempawah, Rabu, 26 Agustus 2026.
Pemantauan langsung dilakukan Bupati Mempawah Erlina bersama Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Brigjen TNI Washington Simanjuntak dan tim, Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto, Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, Kajari Mempawah, BPBD dan stakeholder terkait.
Mereka memantau langsung perkembangan hotspot melalui layar monitoring sekaligus melihat bagaimana data titik panas yang muncul menjadi dasar bagi tim gabungan untuk melakukan verifikasi dan penanganan di lapangan.
Keberadaan Monitoring Center menjadi salah satu pusat pemantauan dalam mendukung respons cepat terhadap potensi Karhutla. Informasi hotspot yang terdeteksi melalui sistem digital dapat segera diteruskan kepada personel untuk dilakukan pengecekan di lokasi.
Kabag Ops Polres Mempawah AKP Erwin Simanjuntak mengatakan, Dasbor Lancang Kuning menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung deteksi dini Karhutla.
“Lancang Kuning ini merupakan aplikasi yang bisa memantau hotspot secara real time. Dari sini kita bisa melihat lokasi titik panas secara lebih akurat, kemudian data tersebut langsung kita tindak lanjuti dengan pengecekan oleh petugas di lapangan,” jelas Erwin.
Menurutnya, sistem tersebut membantu tim menentukan lokasi yang perlu segera diverifikasi. Hal ini penting mengingat kondisi di lapangan tidak selalu sama dengan informasi yang terdeteksi melalui satelit.
Karena itu, setiap hotspot tetap membutuhkan verifikasi langsung untuk memastikan apakah benar terjadi kebakaran dan bagaimana kondisi api di lokasi.
“Data hotspot ini menjadi informasi awal. Selanjutnya petugas kita bergerak ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya dan mengambil langkah penanganan apabila ditemukan adanya kebakaran,” ujarnya.
Pemantauan secara real time juga memperkuat koordinasi antarunsur. Petugas dapat melihat lokasi hotspot sekaligus menyesuaikan pergerakan personel yang berada di sekitar wilayah tersebut.
Dengan demikian, respons terhadap potensi Karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan terarah.
Bupati Mempawah bersama Staf Ahli KSAD, Kapolres, Dandim, Kajari dan unsur terkait turut memastikan sistem pemantauan tersebut berjalan sebagai bagian dari strategi penanganan Karhutla secara terpadu.
Kehadiran pimpinan daerah dan unsur Forkopimda di Monitoring Center menunjukkan bahwa penanganan Karhutla menjadi perhatian bersama, mulai dari deteksi dini hingga tindakan di lapangan.
Lancang Kuning menjadi mata digital bagi tim gabungan dalam membaca indikasi hotspot, sementara personel di lapangan menjadi ujung tombak untuk melakukan verifikasi dan penanganan.
Kolaborasi antara teknologi, pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, pemadam kebakaran dan unsur lainnya menjadi kunci agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.
Penulis : Apri

Posting Komentar