Polres Mempawah Sambut Satu Peleton Brimob, Siap Perkuat Operasi Penanganan Karhutla

00:00
00:00
Kapolda Kalbar Irjen Pol Teddy Benhard Sianipar melakukan inspeksi pasukan Brimob Mabes Polri yang di-BKO-kan di Kalbar, termasuk wilayah Polres Mempawah. Foto Istimewa

JURNAL GALAHERANG - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah mendapat tambahan kekuatan. Polres Mempawah kini bersiap menyambut satu peleton personel Korps Brimob Polri yang akan diperbantukan untuk memperkuat operasi penanggulangan karhutla.

Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto mengatakan, kedatangan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Brimob tersebut merupakan tindak lanjut perintah Kapolri dan Kapolda Kalimantan Barat untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah Polda Kalbar.

“Untuk menjalankan perintah Kapolri dan Kapolda Kalbar, Polres Mempawah siap menerima kedatangan satu peleton personel Brimob. Titik penempatan mereka di lapangan juga sudah kami persiapkan,” kata Ade Chandra, Selasa sore, 25 Agustus 2026.

Menurutnya, tambahan personel Brimob akan memperkuat respons kepolisian ketika terjadi kebakaran. Kehadiran mereka diharapkan membuat mobilisasi ke lokasi titik api dapat dilakukan lebih cepat sehingga api tidak berkembang dan meluas.

Dalam pelaksanaannya, personel BKO Brimob akan ditempatkan untuk mendukung Satgas Karhutla Kabupaten Mempawah. Mereka akan bekerja bersama unsur terkait dalam upaya pemadaman dan penanggulangan kebakaran di lapangan.

Satgas Karhutla Kabupaten Mempawah melibatkan BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta sejumlah unsur lainnya.

“BKO Brimob ini akan membantu penanganan karhutla dan bergabung langsung dengan Satgas Karhutla Kabupaten Mempawah,” ujarnya.

Polres Mempawah juga memetakan sejumlah kawasan yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Lima wilayah yang disebut memiliki potensi cukup tinggi yakni Anjongan, Mempawah Timur, Mempawah Hilir, Jongkat dan Sungai Kunyit, khususnya kawasan dengan karakteristik lahan gambut.

Ade Chandra menilai kondisi karhutla yang terjadi saat ini sudah memberikan dampak yang lebih luas. Selain persoalan lingkungan, asap yang ditimbulkan turut mengganggu aktivitas masyarakat, perekonomian hingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Situasi saat ini sudah darurat karhutla. Kabut asap juga mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk perekonomian dan situasi kamtibmas,” tegasnya.

Dampak lain yang menjadi perhatian adalah potensi terganggunya transportasi udara serta ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Anak-anak sekolah menjadi salah satu kelompok yang dinilai rentan terdampak paparan asap.

Jika tidak segera dikendalikan, kebakaran juga berpotensi merambat dan mengancam kawasan permukiman warga.

Karena itu, Kapolres mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun menyiapkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan bersama agar titik api tidak terus bertambah.

“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan. Untuk saat ini, jangan lagi melakukan pembakaran lahan untuk persiapan pertanian atau perkebunan. Karhutla harus segera dihentikan,” pungkasnya.

Penulis : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Polres Mempawah Sambut Satu Peleton Brimob, Siap Perkuat Operasi Penanganan Karhutla
  • Polres Mempawah Sambut Satu Peleton Brimob, Siap Perkuat Operasi Penanganan Karhutla
  • Polres Mempawah Sambut Satu Peleton Brimob, Siap Perkuat Operasi Penanganan Karhutla
  • Polres Mempawah Sambut Satu Peleton Brimob, Siap Perkuat Operasi Penanganan Karhutla
  • Polres Mempawah Sambut Satu Peleton Brimob, Siap Perkuat Operasi Penanganan Karhutla
  • Polres Mempawah Sambut Satu Peleton Brimob, Siap Perkuat Operasi Penanganan Karhutla

Posting Komentar