Mengenal Keteladanan Sayyidina Ali, Pengajian Madani Mempawah Diikuti Ratusan Jamaah
![]() |
| Ustaz Umar Yandi menyampaikan kajian saat Pengajian Madani Kabupaten Mempawah di Surau Al Istiqomah, Komplek BTN Bhayangkara Asri, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir. Foto Istimewa |
JURNAL GALAHERANG – Sekitar 150 jamaah menghadiri Pengajian Madani Kabupaten Mempawah yang digelar di Surau Al Istiqomah, Komplek BTN Bhayangkara Asri RT 41, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Jumat malam, 31 Juli 2026.
Pengajian rutin tersebut menghadirkan Ustaz Umar Yandi yang menyampaikan kajian bertema "Mengenal Sosok Sahabat Nabi Muhammad SAW, Sayyidina Ali Ibni Abi Thalib Karramallahu Wajhah."
Dalam penyampaiannya, Ustaz Umar Yandi mengajak jamaah mengenal lebih dekat sosok Sayyidina Ali bin Abi Thalib, salah seorang sahabat paling mulia yang memiliki hubungan sangat dekat dengan Rasulullah SAW. Selain merupakan sepupu Nabi Muhammad SAW, Sayyidina Ali juga menjadi menantu Rasulullah melalui pernikahannya dengan Sayyidah Fatimah Az-Zahra.
Ia menjelaskan, Sayyidina Ali lahir di Kota Makkah sekitar tahun 600 M dan sejak usia kecil telah berada dalam asuhan Rasulullah SAW. Ketika Islam mulai diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, Ali termasuk orang pertama yang menerima risalah tersebut dan dikenal sebagai anak pertama yang memeluk agama Islam.
Pada kesempatan itu, Ustaz Umar Yandi juga mengulas salah satu peristiwa bersejarah yang menunjukkan keberanian luar biasa Sayyidina Ali. Saat Rasulullah SAW akan berhijrah ke Madinah, Ali bersedia menggantikan posisi Nabi dengan tidur di tempat tidur beliau, meski menyadari ancaman pembunuhan dari kaum Quraisy. Pengorbanan tersebut menjadi bukti kecintaan dan loyalitas Sayyidina Ali kepada Rasulullah SAW.
Selain dikenal sebagai sosok pemberani, Sayyidina Ali juga masyhur karena keluasan ilmu, kebijaksanaan, serta kezuhudannya. Berbagai petuah yang beliau tinggalkan hingga kini masih menjadi rujukan umat Islam, terutama mengenai pentingnya menjaga akhlak, kejujuran, menuntut ilmu, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dalam kajiannya, Ustaz Umar Yandi turut menjelaskan perjalanan kepemimpinan Sayyidina Ali setelah wafatnya Rasulullah SAW. Beliau menjadi khalifah keempat dalam pemerintahan Khulafaur Rasyidin pada periode 656 hingga 661 M. Meski menghadapi berbagai persoalan politik yang cukup berat, Sayyidina Ali tetap berupaya menjaga keadilan serta mempersatukan kaum muslimin.
Pengajian berlangsung dalam suasana khidmat. Para jamaah mengikuti rangkaian kajian hingga selesai, kemudian ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan tersebut, jamaah diajak untuk meneladani akhlak mulia Sayyidina Ali bin Abi Thalib sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian Madani Kabupaten Mempawah sendiri terus dilaksanakan secara rutin sebagai wadah memperdalam pemahaman agama, memperkuat keimanan, serta membina akhlak masyarakat melalui kajian-kajian Islam yang menyejukkan dan penuh hikmah.
Penulis : Tim Liputan

Posting Komentar