Pemkab Mempawah Matangkan Pembentukan BUMD Kijing Maritim Logistik, Bidik Peluang Ekonomi Pelabuhan Kijing
![]() |
| Pemaparan hasil revisi analisis kebutuhan pembentukan BUMD yang dipimpin Sekda Kabupaten Mempawah, Abdul Malik, secara virtual melalui Zoom Meeting di Mempawah Command Centre. Foto Prokopim Mempawah |
JURNAL GALAHERANG - Pemerintah Kabupaten Mempawah terus menyiapkan langkah strategis untuk menangkap peluang ekonomi yang tumbuh seiring beroperasinya Pelabuhan Internasional Kijing.
Salah satu upaya yang tengah dimatangkan adalah rencana pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru yang akan bergerak di sektor layanan logistik kapal.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam kegiatan pemaparan hasil revisi analisis kebutuhan pembentukan BUMD yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Abdul Malik, secara virtual melalui Zoom Meeting di Mempawah Command Centre (MCC), Rabu, 24 Juni 2026.
BUMD yang direncanakan bernama Kijing Maritim Logistik itu akan fokus menjalankan usaha ship chandler, yakni penyedia kebutuhan operasional kapal yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Internasional Kijing.
Kajian pembentukannya merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Mempawah dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Malik menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi jangka panjang agar keberadaan BUMD benar-benar memberikan manfaat bagi daerah.
“Melalui BUMD ini, Pemerintah Kabupaten Mempawah ingin memastikan daerah tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku utama yang mampu mengambil manfaat dari aktivitas pelayaran internasional di Pelabuhan Kijing. Layanan ship chandler yang terintegrasi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan logistik kapal secara cepat, tepat, dan berkualitas,” ujar Abdul Malik.
Ia berharap kehadiran Kijing Maritim Logistik dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Berdasarkan hasil kajian yang dipaparkan, sistem layanan ship chandler akan dibangun melalui rantai pasok yang terintegrasi dan terukur.
Prosesnya meliputi penerimaan permintaan dari kapal, verifikasi pesanan, pengelolaan stok dan pengadaan barang, pengendalian mutu, distribusi hingga serah terima barang, serta penagihan dan evaluasi layanan.
Tak hanya berorientasi pada keuntungan perusahaan dan daerah, konsep bisnis yang disiapkan juga membuka ruang kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.
Berbagai sektor usaha akan dilibatkan sebagai mitra penyedia kebutuhan kapal, mulai dari pedagang pasar, toko kelontong, depot air minum, apotek, penyedia alat kebersihan, jasa transportasi, katering, hingga layanan laundry.
Dengan skema tersebut, aktivitas ekonomi yang tercipta dari operasional Pelabuhan Internasional Kijing diharapkan dapat memberikan efek berganda bagi masyarakat.
Selain memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM, keberadaan BUMD ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perputaran ekonomi di Kabupaten Mempawah.
Melalui pembentukan Kijing Maritim Logistik, Pemerintah Kabupaten Mempawah menargetkan agar manfaat ekonomi dari geliat aktivitas pelayaran dan perdagangan internasional di Pelabuhan Kijing dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat daerah.
Penulis : Apri
_copy_800x496.jpg)
Posting Komentar