Malam Asyura di Masjid Baburrahman Pasir Panjang Mempawah, 23 Anak Yatim Terima Santunan
![]() |
| Senyum bahagia anak-anak yatim pada malam Asyura di Masjid Baburrahman, Desa Pasir Panjang. Foto Istimewa |
JURNAL GALAHERANG - Senyum bahagia tampak menghiasi wajah 23 anak yatim yang menerima santunan dalam kegiatan Malam Asyura di Masjid Baburrahman, Dusun Senambang, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu malam, 24 Juni 2026.
Santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial masyarakat dalam menyambut Hari Assyura yang dikenal sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan dan berbagi kepada sesama.
Kegiatan yang bertepatan dengan 9 Muharram 1448 Hijriah tersebut berlangsung khidmat dengan diisi berbagai amaliah keagamaan dan aksi kepedulian sosial.
Diantaranya pembacaan Surat Yasin, doa Asyura, tausiyah agama, hingga penyerahan infak dan sedekah yang dihimpun dari jamaah Masjid Baburrahman, serta para tokoh masyarakat setempat.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Muhardi menyampaikan pentingnya menghidupkan amaliah-amaliah pada bulan Muharram, khususnya di Hari Asyura.
Ia menjelaskan terdapat banyak amalan yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
“Di antara amaliah yang dianjurkan pada Hari Asyura adalah melaksanakan puasa sunnah Asyura, memperbanyak sedekah, melaksanakan salat tasbih, mempererat silaturahmi, menyantuni anak yatim, serta berbagai bentuk kebaikan lainnya yang dapat meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.
Menurutnya, momentum Muharram hendaknya menjadi sarana bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Desa Pasir Panjang, Mohlis Saka, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada pengurus masjid, jamaah, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Malam Asyura.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya perhatian terhadap anak-anak yatim sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Perhatian kepada anak-anak yatim merupakan bentuk solidaritas sosial yang harus terus dilanjutkan. Ini adalah wujud rasa tanggung jawab kita bersama untuk memperhatikan, membina, dan memelihara mereka agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Penulis : Apri

Posting Komentar