Perhatian Pemkab Mempawah untuk Jemaah Haji Dinilai Luar Biasa
![]() |
| Pelepasan jemaah calon haji Kabupaten Mempawah oleh Bupati Mempawah Erlina di Kantor Bupati Mempawah. Foto Diskominfo Mempawah |
JURNAL GALAHERANG - Pemerintah Kabupaten Mempawah secara resmi melepas jamaah calon haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Jumat, 8 Mei 2026
Meski tahun ini hanya memberangkatkan 12 jamaah, prosesi pelepasan berlangsung penuh khidmat dan mendapat perhatian penuh dari jajaran pemerintah daerah.
Bupati Mempawah Erlina hadir langsung melepas keberangkatan jamaah didampingi Wakil Bupati Juli Suryadi, Sekretaris Daerah Ismail, Forkopimda, kepala OPD, Ketua MUI KH Tusirana Rasyid, serta keluarga jamaah calon haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Mempawah, H. Mulyadi, menjelaskan jumlah jamaah haji Mempawah tahun 2026 mengalami penurunan signifikan akibat perubahan regulasi penentuan kuota nasional.
Menurutnya, perubahan tersebut mengacu pada regulasi terbaru yang tidak lagi berbasis proporsi jumlah penduduk muslim di daerah, melainkan berdasarkan nomor urut pendaftaran calon jamaah haji secara nasional.
“Tahun ini rata-rata yang berangkat adalah pendaftar tahun 2013 dan sebagian awal 2014. Karena sistemnya berubah, Kabupaten Mempawah hanya mendapatkan kuota 12 orang,” ujarnya.
Dari 12 jamaah tersebut, terdiri atas lima laki-laki dan tujuh perempuan. Jamaah tertua tercatat atas nama Halifah berusia 86 tahun, sedangkan jamaah termuda berusia 44 tahun.
Mulyadi menjelaskan, jamaah calon haji Mempawah akan tergabung dalam Kloter 18 bersama jamaah dari Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Riau.
“Kloter 18 terdiri dari 82 jamaah dari Kalbar dan 272 jamaah dari Riau. Ketua kloter berasal dari Kalbar, sedangkan pembimbing ibadah dan tim kesehatan dari Provinsi Riau,” katanya.
Meski kuota tahun ini menurun, Mulyadi menyampaikan kabar menggembirakan bagi masyarakat Mempawah.
Berdasarkan hasil pengecekan awal melalui aplikasi Satu Haji dan website haji.go.id, kuota calon jamaah haji Mempawah tahun 2027 diperkirakan meningkat drastis hingga sekitar 250 orang.
“Finalnya tetap menunggu keputusan Pemerintah Arab Saudi dan SK Menteri Haji dan Umrah, tetapi data awal menunjukkan kemungkinan sekitar 250 jamaah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Mulyadi juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah yang dinilai sangat peduli terhadap pelayanan jamaah haji, khususnya dalam pembiayaan transportasi lokal.
Ia mengatakan, hingga saat ini Mempawah masih menjadi satu-satunya kabupaten yang membiayai penuh biaya lokal jamaah haji dari Pontianak menuju Batam.
“Walaupun biaya lokal naik dari sekitar Rp5 juta menjadi Rp7 juta, Pemerintah Kabupaten Mempawah tetap membantu 100 persen. Ini kebijakan yang luar biasa,” katanya.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat meringankan jamaah karena tidak perlu lagi memikirkan tambahan biaya transportasi domestik sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Pemerintah daerah sebenarnya tidak wajib, karena dalam undang-undang sifatnya ‘dapat membantu’. Namun Ibu Bupati berani mengambil kebijakan untuk membantu sepenuhnya,” tambahnya.
Selain itu, Mulyadi juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam proses penyelenggaraan ibadah haji di Mempawah, mulai dari Dinas Kesehatan, Bagian Kesra, Imigrasi, BPJS, hingga bank mitra seperti Bank Kalbar dan Bank Syariah Indonesia.
Ia menilai keberhasilan pelayanan haji tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor yang terus mendampingi jamaah sejak proses administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga keberangkatan.
“Pengurusan haji ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Semua pihak saling membantu agar jamaah bisa berangkat dengan lancar dan nyaman,” ujarnya.
Prosesi pelepasan berlangsung haru. Para jamaah dan keluarga tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara seraya memanjatkan doa agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan menjadi haji yang mabrur.
Penulis : Apri

Posting Komentar