Cegah Hoaks dan Bullying, Polsek Jongkat Tanamkan Literasi Digital kepada Pelajar SMPN 1 Jongkat

00:00
00:00
Kapolsek Jongkat Ipda Dwi Febrie Andika saat mengedukasi siswa SMPN 1 Jongkat melalui kegiatan Polisi Peduli Pendidikan. Foto Istimewa

Mempawah, Jurnal Galaherang – Membangun generasi muda yang cerdas bermedia sosial dan berkarakter positif menjadi salah satu perhatian Polsek Jongkat, Polres Mempawah. 

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, kepolisian hadir di SMPN 1 Jongkat untuk mengedukasi para pelajar tentang bahaya penyebaran berita bohong (hoaks), perundungan (bullying), serta pentingnya tertib berlalu lintas.

Kegiatan yang mengusung semangat “Polisi Bersama Masyarakat” tersebut dilaksanakan pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 07.00 WIB, di SMPN 1 Jongkat, Desa Jungkat, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah.

Kapolsek Jongkat Ipda Dwi Febrie Andika, hadir langsung bersama Kanit Binmas Aipda Supardi dan personel Polsek Jongkat. Kedatangan mereka disambut Kepala SMPN 1 Jongkat Siti Aisyah, beserta dewan guru, staf, dan para siswa.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya, menggunakan media sosial secara bijak, serta menghindari tindakan bullying yang dapat merugikan orang lain, baik secara fisik maupun psikologis.

Selain itu, edukasi tertib berlalu lintas turut disampaikan guna menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya keselamatan saat berada di jalan raya.

Kapolsek Jongkat IPDA Dwi Febrie Andika mengatakan, kehadiran polisi di lingkungan sekolah bukan sekadar menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban, melainkan juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan generasi muda melalui edukasi yang bermanfaat.

“Pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dibekali pengetahuan dan karakter positif sejak dini. Kami ingin adik-adik memahami bahwa setiap informasi yang diterima harus diperiksa kebenarannya sebelum dibagikan. Jangan sampai ikut menyebarkan hoaks, melakukan perundungan, atau menggunakan media sosial untuk hal-hal yang merugikan orang lain,” ujar Dwi Febrie.

Ia juga mengingatkan para siswa agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam berlalu lintas serta berani menolak perilaku negatif di lingkungan pergaulan.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif, saling menghormati antarteman, dan jangan menganggap bullying sebagai candaan biasa. Jika menemukan tindakan perundungan atau informasi yang mencurigakan, jangan ikut menyebarkan dan segera sampaikan kepada guru atau orang dewasa yang dapat dipercaya,” tambahnya.

Menurutnya, pembentukan karakter dan kesadaran hukum pada usia sekolah membutuhkan dukungan bersama antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mendukung perkembangan siswa.

Program Polisi Peduli Pendidikan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Polres Mempawah dalam mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan edukatif yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari para pelajar.

Melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat – Setia untuk Hadir dan Bermanfaat di Tengah Masyarakat”, Polres Mempawah terus mendorong kehadiran polisi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan dalam membangun generasi muda yang cerdas, beretika, dan sadar hukum.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Cegah Hoaks dan Bullying, Polsek Jongkat Tanamkan Literasi Digital kepada Pelajar SMPN 1 Jongkat
  • Cegah Hoaks dan Bullying, Polsek Jongkat Tanamkan Literasi Digital kepada Pelajar SMPN 1 Jongkat
  • Cegah Hoaks dan Bullying, Polsek Jongkat Tanamkan Literasi Digital kepada Pelajar SMPN 1 Jongkat
  • Cegah Hoaks dan Bullying, Polsek Jongkat Tanamkan Literasi Digital kepada Pelajar SMPN 1 Jongkat
  • Cegah Hoaks dan Bullying, Polsek Jongkat Tanamkan Literasi Digital kepada Pelajar SMPN 1 Jongkat
  • Cegah Hoaks dan Bullying, Polsek Jongkat Tanamkan Literasi Digital kepada Pelajar SMPN 1 Jongkat

Posting Komentar