Bupati Mempawah Erlina Harap Sumur Bor di Sungai Rasau Jadi Penopang Hadapi Karhutla
![]() |
| Bupati Mempawah Erlina meninjau sumur bor yang dibangun Polres Mempawah melalui dukungan Bidpropam Polda Kalbar di Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh. Foto Istimewa |
Sungai Pinyuh, Jurnal Galaherang – Bupati Mempawah Erlina mengapresiasi keberadaan sumur bor yang dibangun Polres Mempawah di Pondok Pesantren Al Husniyah, Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh.
Sumur bor tersebut dinilai memiliki manfaat ganda, baik untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat maupun mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal itu disampaikan Erlina saat bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Mempawah melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi dan kelayakan sumur bor tersebut, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut Erlina, ketersediaan sumber air menjadi salah satu hal penting dalam menghadapi potensi karhutla. Karena itu, keberadaan sumur bor diharapkan dapat menjadi bagian dari kesiapsiagaan apabila terjadi kebakaran di wilayah sekitar.
“Kita mengapresiasi adanya sumur bor yang dibangun Polres Mempawah ini. Mudah-mudahan keberadaannya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama untuk kebutuhan air sehari-hari, dan pada saat yang sama dapat mendukung upaya kita dalam penanggulangan karhutla,” ujar Erlina.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan secara bersama-sama, sehingga keberadaannya tidak hanya berguna dalam kondisi darurat, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
“Harapan kita tentu sumber air ini bisa terus terjaga dan dimanfaatkan dengan baik. Ketika masyarakat membutuhkan air, bisa digunakan, dan ketika terjadi karhutla, sumber air ini juga dapat membantu petugas dalam melakukan penanganan,” katanya.
Erlina menilai kolaborasi antara pemerintah, aparat dan masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga fasilitas yang telah tersedia. Menurutnya, pencegahan dan penanggulangan karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas, tetapi juga dukungan masyarakat di sekitar wilayah rawan.
“Penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah dan aparat terus melakukan upaya pencegahan, tetapi masyarakat juga memiliki peran penting, termasuk menjaga sumber air dan lingkungan di sekitarnya,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Erlina didampingi Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto, Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, Kajari Mempawah Samsuri, Ketua DPRD Kabupaten Mempawah Safruddin Asra, serta Forkorpimcam Sungai Pinyuh.
Penulis : Apri

Posting Komentar