Wakapolres Mempawah Hadiri Ritual Bapinta' Ujan, Warga Dayak Berdoa Mohon Turunnya Hujan

00:00
00:00
Wakapolres Mempawah Kompol Reynaldi Guzel menghadiri ritual adat Bapinta' Ujan yang digelar masyarakat Dayak di Panyugu Mak Adan, Desa Kecurit, Kecamatan Toho. Foto Istimewa

JURNAL GALAHERANG – Wakapolres Mempawah Kompol Reynaldi Guzman menghadiri dan menyaksikan pelaksanaan ritual adat Bapinta' Ujan yang diikuti oleh 24 personel Polres Mempawah dari suku Dayak. 

Ritual tersebut merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Dayak sebagai ikhtiar dan doa untuk memohon turunnya hujan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kegiatan ini dilaksanakan di tengah kondisi cuaca kering yang terjadi di wilayah Kabupaten Mempawah serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Pelaksanaan ritual adat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama, sekaligus bentuk penghormatan Polres Mempawah terhadap nilai-nilai adat dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Bapinta' Ujan mengandung makna spiritual dan sosial, khususnya sebagai bentuk pengharapan agar hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan dapat kembali membaik. Kegiatan tersebut juga mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam di tengah ancaman Karhutla.

Wakapolres Mempawah mengatakan, penanganan Karhutla tetap dilakukan melalui berbagai langkah secara terpadu dan berkelanjutan. Upaya tersebut melibatkan unsur TNI-Polri, Pemerintah Daerah, BPBD serta instansi dan pemangku kepentingan lainnya.

“Segala upaya telah dilakukan, baik sosialisasi, patroli, pemantauan maupun pemadaman. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara gabungan oleh personel TNI–Polri, Pemerintah Daerah, BPBD serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Setelah seluruh ikhtiar dilakukan, selanjutnya kita berdoa dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar segera diturunkan hujan,” ujar Wakapolres Mempawah.

Selain langkah penanggulangan di lapangan, Polres Mempawah secara konsisten melaksanakan upaya pencegahan melalui sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat, patroli serta pemantauan terhadap potensi titik api dan titik panas. 

Apabila ditemukan adanya kebakaran, personel bersama unsur terkait segera melakukan langkah penanganan dan pemadaman.

Kehadiran Wakapolres Mempawah bersama personel dalam ritual adat Bapinta' Ujan juga menjadi bentuk penghormatan terhadap keberagaman adat dan budaya yang hidup di Kabupaten Mempawah.

Polres Mempawah berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun sinergi dengan seluruh elemen serta mendukung berbagai upaya dalam menjaga keamanan, keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Melalui kerja sama seluruh pihak dan dukungan masyarakat, diharapkan kondisi cuaca segera membaik dengan turunnya hujan, sehingga potensi Karhutla dapat ditekan serta lingkungan di wilayah Kabupaten Mempawah tetap terjaga.

Penulis : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Wakapolres Mempawah Hadiri Ritual Bapinta' Ujan, Warga Dayak Berdoa Mohon Turunnya Hujan
  • Wakapolres Mempawah Hadiri Ritual Bapinta' Ujan, Warga Dayak Berdoa Mohon Turunnya Hujan
  • Wakapolres Mempawah Hadiri Ritual Bapinta' Ujan, Warga Dayak Berdoa Mohon Turunnya Hujan
  • Wakapolres Mempawah Hadiri Ritual Bapinta' Ujan, Warga Dayak Berdoa Mohon Turunnya Hujan
  • Wakapolres Mempawah Hadiri Ritual Bapinta' Ujan, Warga Dayak Berdoa Mohon Turunnya Hujan
  • Wakapolres Mempawah Hadiri Ritual Bapinta' Ujan, Warga Dayak Berdoa Mohon Turunnya Hujan

Posting Komentar