Tak Berhenti di Pemadaman, Kodim 1201/Mempawah Gencarkan Pendinginan Pascakarhutla

00:00
00:00
Proses pendinginan terhadap sisa sisa bara api karhutla yang berhasil dikendalikan Satgas Gabungan Kabupaten Mempawah. Foto Pendim 1201/Mempawah

JURNAL GALAHERANG - Padamnya kobaran api bukan menjadi akhir dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Mempawah. 

Di sejumlah lokasi bekas kebakaran, personel Kodim 1201/Mempawah bersama unsur terkait masih harus bekerja memastikan bara yang tersisa benar-benar mati dan tidak kembali berkembang menjadi titik api.

Upaya tersebut dilakukan melalui pembasahan dan pendinginan secara intensif, terutama pada area yang memiliki karakteristik lahan gambut. Meski dari permukaan api terlihat telah padam, kondisi di bawah tanah tetap menjadi perhatian karena bara dapat bertahan dan sewaktu-waktu kembali menyala.

Dandim 1201/Mempawah, Letkol Czi Ali Isnaini, mengatakan bahwa pendinginan menjadi tahapan penting yang tidak boleh dilewatkan setelah api berhasil dikendalikan.

“Setelah api berhasil dipadamkan, kita tidak langsung meninggalkan lokasi. Kita tetap melakukan pembasahan dan pendinginan, khususnya pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap atau berpotensi menyimpan bara,” ujar Dandim.

Menurutnya, pembasahan dilakukan dengan menyasar area-area yang masih memiliki suhu tinggi maupun mengeluarkan asap. Air dialirkan ke bagian lahan yang terbakar untuk menurunkan temperatur sekaligus mencegah bara kembali memunculkan api.

“Ini penting, karena sebagian lokasi merupakan lahan gambut. Bara bisa berada di bawah permukaan dan tidak selalu terlihat. Kalau tidak dilakukan pendinginan secara maksimal, ada kemungkinan api kembali muncul,” jelasnya.

Persoalan ketersediaan air juga menjadi perhatian dalam proses penanganan Karhutla. Untuk menunjang pemadaman maupun pendinginan, Kodim 1201/Mempawah turut mendorong penyediaan sumber air melalui pembuatan sumur bor di lokasi-lokasi yang membutuhkan.

Dengan dukungan sumber air tersebut, proses pembasahan dapat dilakukan secara lebih optimal, termasuk pada kawasan yang sebelumnya terbakar dan masih berpotensi menyimpan bara.

Tak hanya melakukan pendinginan, personel di lapangan juga tetap melakukan pemantauan terhadap kawasan bekas terbakar. Setiap kemunculan asap maupun indikasi adanya titik panas menjadi perhatian untuk segera ditindaklanjuti.

Dandim menegaskan, menurunnya hotspot dan fire spot di Kabupaten Mempawah tidak boleh membuat kewaspadaan menurun. Kondisi lahan yang masih kering dan adanya kawasan bekas terbakar tetap menyimpan potensi munculnya kembali Karhutla.

“Situasi Karhutla saat ini relatif terkendali dan hotspot maupun fire spot sudah mengalami penurunan. Tetapi kita tidak boleh lengah. Selama masih ada lahan yang kering dan titik-titik bekas terbakar yang berpotensi menyimpan bara, kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus tetap kita jaga,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, sekaligus segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kepulan asap ataupun indikasi titik api di sekitar lingkungan.

“Kita ingin memastikan bukan hanya apinya yang padam, tetapi lokasinya benar-benar aman dan tidak kembali terbakar. Pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Penulis : Pendim 1201/Mempawah

Editor : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tak Berhenti di Pemadaman, Kodim 1201/Mempawah Gencarkan Pendinginan Pascakarhutla
  • Tak Berhenti di Pemadaman, Kodim 1201/Mempawah Gencarkan Pendinginan Pascakarhutla
  • Tak Berhenti di Pemadaman, Kodim 1201/Mempawah Gencarkan Pendinginan Pascakarhutla
  • Tak Berhenti di Pemadaman, Kodim 1201/Mempawah Gencarkan Pendinginan Pascakarhutla
  • Tak Berhenti di Pemadaman, Kodim 1201/Mempawah Gencarkan Pendinginan Pascakarhutla
  • Tak Berhenti di Pemadaman, Kodim 1201/Mempawah Gencarkan Pendinginan Pascakarhutla

Posting Komentar