Mahasiswa S2-PTIK Lemdiklat Polri Bawa Pesan Pencegahan Karhutla ke Sungai Bakau Kecil
![]() |
| Sosialisasi pencegahan dan dampak karhutla oleh mahasiswa S2-PTIK Lemdiklat Polri bersama masyarakat Desa Sungai Bakau Kecil usai penyuluhan. Foto Istimewa |
JURNAL GALAHERANG - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak selalu terlihat dari kobaran api. Asap yang ditimbulkan bisa menyebar jauh dan menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.
Pesan itu yang dibawa enam mahasiswa S2 Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Lemdiklat Polri saat turun langsung menemui warga Desa Sungai Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Rabu, 2 September 2026.
Keenam mahasiswa ini tidak datang untuk memadamkan api. Kali ini, mereka membawa pamflet, menyampaikan imbauan, dan berbicara langsung dengan warga tentang bagaimana melindungi diri dari dampak asap sekaligus mencegah karhutla sejak awal.
Kegiatan tersebut didampingi AKP Amat Dasroni, selaku Danpok Satgas Edukasi sekaligus Kasat Binmas Polres Mempawah.
Mereka yang menjadi pelaksana yakni AKP Noval Adimas Ardianto, Iptu Ade Oki Kurniawan, Iptu Ariq Septiadi, Iptu Jogi Michael Parlambasan, Iptu M. Farhan Firman, dan Iptu M. Zaki Farhan.
Di Kantor Desa Sungai Bakau Kecil, sekitar 30 perangkat desa dan masyarakat mengikuti penyuluhan. Pembahasan tidak hanya berkutat pada larangan membakar lahan, tetapi juga hal yang sering dirasakan warga ketika asap mulai memenuhi udara.
Gangguan pernapasan, iritasi mata dan kulit menjadi beberapa dampak yang dijelaskan kepada masyarakat. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia juga menjadi perhatian, termasuk warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Disampaikan mereka, masyarakat perlu mengetahui langkah sederhana untuk mengurangi risiko ketika kualitas udara memburuk.
“Kalau kondisi udara sudah dipenuhi asap, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker ketika berada di luar dan menjaga kondisi kesehatan. Kalau muncul gangguan kesehatan, jangan dibiarkan dan segera mendapatkan pertolongan medis,” ujar Noval.
Menurutnya, upaya pencegahan juga tidak kalah penting. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera menyampaikan informasi kepada petugas jika melihat titik api.
“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Masyarakat yang berada paling dekat dengan lingkungan tentu menjadi mata dan telinga pertama ketika ada potensi kebakaran,” katanya.
Usai penyuluhan, rombongan bergerak ke Jalan Raya Sungai Bakau Besar Laut, tidak jauh dari Kantor Desa Sungai Bakau Kecil.
Di sepanjang kawasan tersebut, pamflet dibagikan kepada warga. Imbauan disampaikan secara langsung agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca yang rawan memicu kebakaran.
Sebanyak 18 warga menjadi sasaran pembagian pamflet dan penyampaian imbauan tersebut.
Bagi Noval, kegiatan turun langsung ke tengah masyarakat memberikan pengalaman tersendiri bagi mahasiswa S2-PTIK Lemdiklat Polri yang ditugaskan di wilayah hukum Polres Mempawah.
“Kami tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mendengar langsung masyarakat. Dari situ kita bisa melihat bahwa pencegahan karhutla memang membutuhkan komunikasi dan kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Penulis : Apri

Posting Komentar