Dari Posko Karhutla Mempawah, Kapolres Beri Suntikan Semangat untuk Satgas Gabungan
![]() |
| Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto memimpin apel pagi dan memberikan suntikan motivasi kepada satgas gabungan di Posko Terpadu Karhutla. Foto Istimewa |
JURNAL GALAHERANG – Minggu pagi di Posko Terpadu Penanggulangan Karhutla Kabupaten Mempawah tidak sekadar diisi dengan apel dan briefing.
Ada pesan penguatan dari Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto kepada para personel yang akan kembali bergerak menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto mengambil apel pagi di Posko Terpadu Penanggulangan Karhutla Kabupaten Mempawah, Minggu, 6 September 2026.
Apel tersebut diikuti Satgas Gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, BPBD Mempawah, Dinas Kesehatan, KPH dan Manggala Agni.
Di hadapan personel yang akan bertugas, Kapolres memberikan suntikan semangat agar seluruh anggota tetap memiliki daya juang dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Saya minta seluruh personel tetap semangat. Tugas ini memang tidak ringan, tetapi kalau kita laksanakan bersama-sama, dengan kekompakan dan komunikasi yang baik, insyaallah bisa kita hadapi,” ujar AKBP Ade Chandra Capa Yanto.
Ia mengingatkan personel untuk tidak hanya mengandalkan kesiapan peralatan, tetapi juga memastikan kondisi fisik tetap prima.
“Jangan lupa jaga kesehatan. Kondisi di lapangan bisa berubah sewaktu-waktu, sehingga kita harus benar-benar siap. Jangan memaksakan diri kalau kondisi tubuh tidak memungkinkan, koordinasikan dengan rekan dan pimpinan,” pesannya.
Kapolres juga meminta Satgas tidak cepat merasa lelah dalam menjalankan tugas pencegahan dan penanganan karhutla.
“Jangan mudah menyerah. Kita tidak tahu kapan dan di mana potensi karhutla muncul. Yang penting kita tetap hadir, tetap bergerak dan lakukan pencegahan semaksimal mungkin,” tegasnya.
Menurutnya, penanggulangan karhutla membutuhkan kerja bersama. Tidak ada satu unsur yang dapat bekerja sendiri karena kondisi di lapangan membutuhkan respons cepat sekaligus koordinasi lintas sektor.
“Ini tugas bersama. TNI, Polri, BPBD, KPH, Manggala Agni dan seluruh unsur yang terlibat harus saling mendukung,” kata Kapolres.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan penanggulangan karhutla bukan semata-mata dilihat dari kemampuan memadamkan api, tetapi seberapa jauh seluruh pihak mampu mencegah api muncul dan meluas.
“Lebih baik kita mencegah daripada nanti kita sibuk memadamkan. Karena dampaknya bukan hanya kepada lingkungan, tetapi juga masyarakat. Asap bisa mengganggu aktivitas dan kesehatan, sementara kerusakan lingkungan akibat kebakaran juga tidak bisa kita abaikan,” ungkapnya.
Kapolres menegaskan, upaya menjaga lingkungan harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pencegahan karhutla merupakan bentuk tanggung jawab terhadap kondisi alam dan kehidupan masyarakat untuk jangka panjang.
“Mari kita sama-sama jaga alam ini. Kita ikhtiarkan agar ke depan tidak terjadi lagi karhutla yang besar di wilayah kita. Pencegahan harus dimulai dari sekarang,” tegasnya.
Dari Posko Terpadu tersebut, personel selanjutnya akan melaksanakan tugas sesuai fungsi dan wilayah masing-masing, dengan tetap mengedepankan upaya pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak meluas.
Semangat yang disampaikan Kapolres menjadi pengingat bahwa tugas di lapangan bukan hanya soal memadamkan api ketika kebakaran terjadi, tetapi juga bagaimana seluruh unsur bersama-sama menjaga wilayah Mempawah agar tetap aman dari ancaman karhutla.
Penulis : Apri

Posting Komentar