Apel Pagi Satgas Karhutla Mempawah, Ini Arahan Korlap Posko Terpadu

00:00
00:00

Koordinator Lapangan Posko Terpadu Karhutla Kabupaten Mempawah, Desvan Erdanustie, memberikan arahan kepada Satgas Penanggulangan Bencana Karhutla. Foto Diskominfo Mempawah

JURNAL GALAHERANG - Posko Terpadu Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Mempawah terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran yang sewaktu-waktu dapat meluas ke kawasan permukiman dan wilayah strategis.

Kesiapan itu kembali ditegaskan dalam Apel Pagi Posko Terpadu Satgas Karhutla Kabupaten Mempawah yang digelar di halaman UPTD LLK UKM Kabupaten Mempawah, yang berada di seberang Posko Terpadu, Selasa, 1 September 2026.

Kabid Damkar BPBD Kabupaten Mempawah sekaligus Koordinator Lapangan Posko Terpadu Karhutla, Desvan Erdanustie, mengatakan sejumlah personel tetap disiagakan untuk merespons titik-titik yang dinilai membutuhkan penanganan cepat.

Menurutnya, salah satu perhatian berada di kawasan yang masuk dalam kawasan strategis nasional (PSN). Kehadiran Kapolda Kalbar di kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan wilayah strategis itu tetap aman dari ancaman karhutla.

“Karena itu kawasan PSN ya. Jadi memang kawasan strategis yang harus kita jaga,” kata Desvan.

Selain kawasan tersebut, personel juga diarahkan untuk memantau wilayah Motonal Asam. Penanganan dilakukan dengan dukungan personel BKO yang diperbantukan dalam operasi penanggulangan karhutla.

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) disiapkan dalam posisi siaga. Tim ini memiliki tugas berbeda, yakni bergerak ketika terjadi kebakaran yang sifatnya mendadak, terutama apabila api sudah mendekati rumah warga atau objek lain yang membutuhkan respons segera.

“TRC ini standby untuk mengantisipasi kebakaran sifatnya dadakan. Sudah mendekati rumah dan hal-hal lain yang sifatnya tidak mengganggu tim yang lain,” jelasnya.

Secara keseluruhan, jumlah personel yang dikerahkan dalam kegiatan penanganan dan pemantauan karhutla berada di kisaran puluhan orang dan diperkuat personel BKO.

Di tengah kesiapsiagaan tersebut, perkembangan titik panas juga menjadi perhatian Satgas. Desvan menyebut terdapat sekitar 100 lebih titik yang terpantau berdasarkan data terbaru yang diterima pihaknya.

Jumlah tersebut, kata dia, mengalami peningkatan. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah wilayah Desa Malikian, Kecamatan Mempawah Hilir, yang dalam beberapa hari terakhir terdeteksi adanya titik panas.

Namun, Satgas belum melakukan intervensi langsung ke lokasi tersebut karena berdasarkan survei awal, medan menuju titik api cukup sulit dijangkau.

“Untuk sementara Malikian belum kita intervensi karena hasil survei teman-teman dari BPBD lokasinya agak jauh dan sulit dijangkau. Tapi tetap kita pantau terus,” ujarnya.

Pemantauan dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari kemungkinan akses kendaraan menuju lokasi, ketersediaan sumber air untuk proses pemadaman, hingga jarak api dengan permukiman maupun kawasan perkebunan.

Jika kondisi lapangan memungkinkan untuk dijangkau dan terdapat kebutuhan penanganan, Satgas akan bergerak melakukan pemadaman.

Dalam menjalankan tugas, Satgas Karhutla Mempawah juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan personel selama menjalankan operasi di lapangan.

Desvan mengatakan dukungan tersebut terutama berupa kebutuhan konsumsi dan minuman bagi petugas.

“Perusahaan itu membantu untuk keperluan Satgas. Dalam hal ini untuk makan minum, untuk perkuatan. Artinya mereka disupport dengan energi supaya dapat bekerja dengan baik,” katanya.

Dukungan tersebut dinilai penting, mengingat personel harus bekerja dalam kondisi lapangan yang cukup berat dan membutuhkan stamina.

Di sisi lain, Desvan mengingatkan seluruh personel agar tidak mengabaikan keselamatan selama menjalankan tugas.

Menurutnya, membantu masyarakat memang menjadi prioritas, tetapi keselamatan petugas harus tetap menjadi perhatian utama. “Menolong orang kita harus safety dulu. Itu yang pertama dalam bekerja,” tegasnya.

Ia juga meminta personel memahami kondisi di lapangan dan tidak memaksakan diri ketika menghadapi situasi yang berada di luar kemampuan.

“Perhatikan di sekeliling kita. Tidak usah dipaksakan kalau memang kemampuannya terbatas. Karena alam tidak bisa dilawan,” ujarnya.

Selain keselamatan, kesehatan personel juga menjadi perhatian. Desvan meminta seluruh anggota Satgas rutin melakukan pengecekan kondisi fisik melalui Posko Kesehatan Satgas Kabupaten yang tetap disiagakan.

“Ketiga, tetap menjaga kesehatan. Selalu controlling karena kita punya posko kesehatan juga di Satgas Kabupaten. Periksa terus, tidak apa-apa. Teman-teman kesehatan aktif terus untuk pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Apel Pagi Satgas Karhutla Mempawah, Ini Arahan Korlap Posko Terpadu
  • Apel Pagi Satgas Karhutla Mempawah, Ini Arahan Korlap Posko Terpadu
  • Apel Pagi Satgas Karhutla Mempawah, Ini Arahan Korlap Posko Terpadu
  • Apel Pagi Satgas Karhutla Mempawah, Ini Arahan Korlap Posko Terpadu
  • Apel Pagi Satgas Karhutla Mempawah, Ini Arahan Korlap Posko Terpadu
  • Apel Pagi Satgas Karhutla Mempawah, Ini Arahan Korlap Posko Terpadu

Posting Komentar