Kunjungi Pesantren, Mahasiswa STIK Polri Gencarkan Edukasi Warga Mempawah Soal Karhutla
![]() |
| Penyuluhan pencegahan karhutla yang dilakukan mahasiswa STIK Lemdiklat Polri bersama unsur TNI di Pondok Pesantren Khairul Hilmah, Kecamatan Mempawah Hilir. Foto Istimewa |
JURNAL GALAHERANG - Sejumlah warga yang beraktivitas di Jalan Pangsuma, Kecamatan Mempawah Timur, Jumat pagi, 28 Agustus 2026, mendapat imbauan soal bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Imbauan itu disampaikan enam mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri yang sedang melaksanakan kegiatan penyuluhan di wilayah hukum Polres Mempawah, Polda Kalimantan Barat.
Mereka tidak hanya menyampaikan pesan dari satu titik, tetapi turun langsung menemui masyarakat melalui patroli dialogis. Petani, pekerja dan buruh yang ditemui saat berangkat maupun pulang beraktivitas diajak lebih waspada terhadap potensi kebakaran.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan penyuluhan hari kedua kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Mempawah.
Usai patroli pagi, kegiatan dilanjutkan di Pondok Pesantren Khairul Hilmah, Kecamatan Mempawah Hilir.
Di tempat itu, mahasiswa STIK Lemdiklat Polri bersama unsur TNI-Polri dan perangkat pemerintah memberikan sosialisasi kepada para murid, guru serta masyarakat sekitar.
Pembahasan tidak hanya soal bagaimana mencegah munculnya api, tetapi juga dampak yang ditimbulkan karhutla. Mulai dari gangguan kesehatan akibat asap, kerusakan lingkungan, keselamatan warga, terganggunya aktivitas sehari-hari hingga dampak terhadap perekonomian.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan jika menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran.
Enam mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni AKP Noval Adimas Ardianto, Iptu Ade Oki Kurniawan, Iptu Ariq Septiadi, Iptu Jogi Michael Parlambasan, Iptu M. Farhan Firman, dan Iptu M. Zaki Farhan.
Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, penyuluhan diharapkan tidak berhenti sebagai imbauan, tetapi mendorong warga ikut mengambil peran dalam mencegah karhutla di wilayah Mempawah.
Terlebih di tengah kondisi rawan kebakaran, informasi dari masyarakat menjadi salah satu hal penting agar setiap potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Penulis : Apri

Posting Komentar