Karhutla 1,2 Hektare di Sekabuk Berhasil Dikendalikan, TNI-Polri dan Manggala Agni Bergerak Cepat
![]() |
| Proses penanggulanga karhutla di Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat oleh personel TNI-Polri dan Brigade Manggala Agni. Foto Pendim 1201/Mempawah |
JURNAL GALAHERANG - Respons cepat dilakukan personel gabungan setelah titik panas terpantau di wilayah Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Selasa, 25 Agustus 2026.
Tak ingin api berkembang, personel TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Manggala Agni langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus pemadaman.
Titik panas tersebut terdeteksi melalui data BMKG. Lokasinya berada di koordinat 109.1993 - 0.5044, sekitar 30 kilometer dari Koramil 1201-05/Toho dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit.
Begitu tiba di lokasi, tim gabungan langsung melakukan ground check untuk memastikan kondisi di lapangan. Api ditemukan membakar lahan kosong seluas sekitar 1,2 hektare.
Sebanyak 16 personel diterjunkan dalam penanganan tersebut. Mereka terdiri dari lima personel TNI, tiga personel Polri, dua anggota MPA dan enam personel Manggala Agni.
Proses pemadaman juga didukung kendaraan roda dua, satu unit kendaraan roda empat serta peralatan pemadam milik Manggala Agni.
Kondisi di lapangan tidak sepenuhnya mudah. Sumber air terbatas, sementara lokasi kebakaran cukup jauh dari akses jalan. Meski demikian, petugas tetap berupaya mendekati titik api dan melakukan pemadaman agar kobaran tidak merambat ke area lainnya.
Danramil 1201-05/Toho Letda Czi Agus Fitriadi mengatakan, kecepatan dalam merespons setiap laporan titik panas menjadi salah satu kunci untuk mencegah Karhutla meluas.
“Setiap titik api yang terdeteksi langsung kami cek bersama unsur terkait. Kami berupaya semaksimal mungkin melakukan pemadaman, meskipun di lapangan ada kendala seperti keterbatasan air dan akses menuju lokasi,” katanya.
Selain memadamkan api, petugas juga mengingatkan masyarakat di sekitar lokasi agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Imbauan tersebut terus dilakukan sebagai langkah pencegahan, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.
Setelah dilakukan pemadaman, kobaran api berangsur berhasil dikendalikan. Meski masih terdapat kepulan asap di sejumlah bagian lahan, personel tetap berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan memastikan tidak muncul titik api baru.
Penanganan di Sekabuk ini kembali menunjukkan pentingnya kerja bersama dalam menghadapi Karhutla.
Kolaborasi antara TNI, Polri, MPA, Manggala Agni dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penanganan sekaligus menekan risiko kebakaran meluas di wilayah Kabupaten Mempawah.
Penulis : Pendim 1201/Mempawah
Editor : Apri

Posting Komentar