Empat Hotspot Muncul di Sadaniang, Koramil Toho Bergerak Cegah Karhutla Meluas

00:00
00:00
Proses pendinginan yang dilakukan Personel Koramil 1201-05/Toho agar api tidak kembali muncul. Foto Pendim 1201/Mempawah

JURNAL GALAHERANG - Personel Koramil 1201-05/Toho bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terdeteksi melalui pemantauan titik panas (hotspot) di Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Senin, 24 Agustus 2026.

Langkah tersebut dilakukan setelah data BMKG menunjukkan adanya empat titik hotspot di wilayah Desa Sekabuk dan Desa Amawang. Personel Koramil langsung melakukan ground check untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah api meluas.

Empat titik koordinat yang diperiksa berada di 109.1771 - 0.5175, 109.1401 - 0.5566, 109.1400 - 0.5177 dan 109.2123 - 0.3741.

Lokasi hotspot berjarak sekitar 33 kilometer dari Koramil 1201-05/Toho. Perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan kondisi akses yang sebagian berupa jalan aspal dan tanah berbatu.

Sebanyak empat personel diterjunkan menggunakan sepeda motor dengan membawa tangki gendong untuk mendukung proses pemadaman. Hasil pemeriksaan di lapangan menemukan lahan semak belukar terbakar dengan luas sekitar 0,7 hektare.

Hingga penanganan dilakukan, pemilik lahan belum diketahui. Sementara penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman. Berdasarkan kondisi lokasi, lahan tersebut diduga berpotensi digunakan untuk aktivitas pertanian.

Danramil 1201-05/Toho Letda Czi Agus Fitriadi mengatakan penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman, tetapi juga pemantauan dan pengawasan setelah api berhasil dikendalikan.

“Kami akan terus melakukan penanganan Karhutla secara masif dan berkelanjutan, mulai dari pemantauan hotspot, ground check, pemadaman hingga pengawasan pascakebakaran,” tegas Agus Fitriadi.

Menurutnya, setiap laporan atau indikasi titik api harus segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Personel di lapangan kemudian melakukan pemadaman secara langsung serta menyisir area sekitar lokasi. Meskipun api mulai berangsur padam, beberapa bagian lahan masih mengeluarkan asap sehingga pengawasan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Selain pemadaman, Koramil juga berkoordinasi dengan instansi terkait serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka dan membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Agus Fitriadi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran api.

“Peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah Karhutla. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada Babinsa, aparat desa atau instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya.

Upaya pencegahan akan terus dilakukan melalui patroli wilayah, pemantauan kawasan rawan, pemeriksaan langsung terhadap laporan hotspot, serta koordinasi lintas sektor.

Dalam penanganan kali ini, keterbatasan sumber air dan jauhnya lokasi kebakaran dari akses jalan menjadi salah satu kendala. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya personel untuk mengendalikan api agar tidak merambat ke kawasan lain.

Koramil 1201-05/Toho menegaskan pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat desa, instansi terkait dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk menekan potensi kebakaran sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Mempawah.

Penulis : Pendim 1201/Mempawah

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Empat Hotspot Muncul di Sadaniang, Koramil Toho Bergerak Cegah Karhutla Meluas
  • Empat Hotspot Muncul di Sadaniang, Koramil Toho Bergerak Cegah Karhutla Meluas
  • Empat Hotspot Muncul di Sadaniang, Koramil Toho Bergerak Cegah Karhutla Meluas
  • Empat Hotspot Muncul di Sadaniang, Koramil Toho Bergerak Cegah Karhutla Meluas
  • Empat Hotspot Muncul di Sadaniang, Koramil Toho Bergerak Cegah Karhutla Meluas
  • Empat Hotspot Muncul di Sadaniang, Koramil Toho Bergerak Cegah Karhutla Meluas

Posting Komentar