Tim Gabungan Investigasi Kematian Massal Ikan di Keramba Sungai Mempawah

00:00
00:00
Tim Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat serta Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kalbar melakukan pengambilan sampel bangkai ikan dari keramba jaring apung di Sungai Mempawah. Foto Istimewa

JURNAL GALAHERANG - Misteri kematian massal ikan pada keramba jaring apung di aliran Sungai Mempawah mulai diusut serius. 

Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) bergerak cepat menggandeng dua instansi besar, yakni Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Barat serta Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kalbar.

Langkah taktis ini diambil demi mengupas tuntas penyebab hancurnya komoditas budidaya warga yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pada Jumat sore, 12 Juni 2026, tim investigasi gabungan langsung menyisir lokasi keramba apung milik warga yang terdampak di kawasan Jalan Gusti M. Taufik, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir. 

Tidak sekadar memantau, tim ahli langsung melakukan verifikasi, berdialog dengan peternak ikan, dan mengamankan sampel krusial, berupa air sungai serta bangkai ikan untuk diuji secara klinis di laboratorium.

Aksi di lapangan ini juga dikawal langsung oleh Anggota DPRD Mempawah Miftahul Akhyar, Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Mempawah Raja Fajar Azansyah, serta jajaran teras DPKPP Mempawah.

Kepala DPKPP Mempawah Arifin, meminta masyarakat, khususnya pemilik keramba dan nelayan setempat, untuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menarik kesimpulan terkait penyebab insiden tersebut.

“Sampel air dan ikan sudah diambil untuk diuji di laboratorium. Prosesnya memang membutuhkan waktu hingga hasilnya keluar. Dari hasil tersebut kita akan memiliki data yang jelas mengenai apa yang menyebabkan keracunan massal ikan dan faktor apa yang paling dominan. Mudah-mudahan penyebabnya bisa segera diketahui,” ujarnya.

Arifin menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin terburu-buru menyimpulkan berbagai dugaan yang berkembang di masyarakat sebelum hasil resmi diperoleh.

Meski demikian, ia menilai fenomena matinya ikan dalam jumlah besar secara tiba-tiba menjadi sinyal adanya persoalan serius terhadap kualitas air Sungai Mempawah yang perlu segera ditelusuri secara menyeluruh.

“Pemerintah daerah berharap hasil uji laboratorium dapat segera diperoleh sehingga langkah penanganan dan pencegahan dapat dilakukan secara tepat demi melindungi lingkungan sungai serta keberlangsungan usaha budidaya ikan masyarakat,” imbuh Arifin.

Penulis : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tim Gabungan Investigasi Kematian Massal Ikan di Keramba Sungai Mempawah
  • Tim Gabungan Investigasi Kematian Massal Ikan di Keramba Sungai Mempawah
  • Tim Gabungan Investigasi Kematian Massal Ikan di Keramba Sungai Mempawah
  • Tim Gabungan Investigasi Kematian Massal Ikan di Keramba Sungai Mempawah
  • Tim Gabungan Investigasi Kematian Massal Ikan di Keramba Sungai Mempawah
  • Tim Gabungan Investigasi Kematian Massal Ikan di Keramba Sungai Mempawah

Posting Komentar