PT BAI Kerahkan Tim Tanggap Darurat Bantu Penanganan Kebakaran Pasar Sungai Pinyuh
![]() |
| Tim ERG PT BAI yang ikut terlihat dalam proses pemadaman kebakaran di Pasar Pagi Sungai Pinyuh Mempawah. Foto Istimewa |
JURNAL GALAHERANG - Di tengah kobaran api yang melalap ruko di kawasan Pasar Pagi Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, kehadiran berbagai unsur pemadam menjadi harapan bagi warga yang berupaya menyelamatkan harta benda mereka.
Salah satu pihak yang turut bergerak cepat adalah PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) melalui tim Emergency Response Group (ERG) yang diterjunkan ke lokasi kebakaran.
Kebakaran besar terjadi di kawasan Jalan Pasar Pagi RT 001 RW 005, Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Selasa, 9 Juni 2026, sekitar pukul 17.45 WIB. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan deretan bangunan ruko di pusat perdagangan tersebut.
Mendapat informasi adanya insiden kebakaran, tim ERG PT BAI langsung bergerak menuju lokasi untuk bergabung bersama unsur gabungan yang telah melakukan upaya pemadaman.
Personil ERG PT BAI di lapangan, Iswanto, menyebut pihaknya segera merespons laporan kebakaran sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di wilayah sekitar.
“Begitu informasi kami terima, kami langsung menurunkan tim tanggap darurat ke lokasi untuk membantu proses pemadaman bersama seluruh unsur yang sudah berada di lapangan,” ujar Iswanto.
Menurutnya, situasi di lapangan cukup menantang karena api sudah telanjur membesar dan cepat menjalar akibat material bangunan yang mudah terbakar. Di sisi lain, akses menuju titik kebakaran juga menjadi kendala tersendiri bagi armada pemadam.
“Hambatan utama di lapangan adalah akses jalan yang macet, sehingga tim pemadam harus melakukan manuver terbatas untuk menjangkau titik api,” jelasnya.
Ia menegaskan, keterlibatan ERG PT BAI bukan sekadar respons situasional, tetapi menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penanganan keadaan darurat di lingkungan sekitar operasional perusahaan.
“BAI melalui ERG selalu siap bergerak ketika terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian perusahaan,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya 18 unit rumah toko (ruko) yang difungsikan sebagai tempat usaha sekaligus hunian warga dilaporkan terdampak kebakaran. Api diduga pertama kali terlihat dari kepulan asap di antara ruko nomor 34 dan 35 sebelum membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Proses pemadaman melibatkan sekitar 40 armada dari berbagai unsur, mulai dari BPBD Kabupaten Mempawah, unit pemadam kebakaran lintas kecamatan, relawan, hingga dukungan pemadam swasta dan industri.
Kehadiran tim ERG PT BAI turut memperkuat upaya pengendalian api di tengah padatnya kawasan pasar dan sulitnya akses menuju titik kebakaran.
Penulis : Tim Liputan

Posting Komentar