SKB Sengkubang dan Antam Antibar Juara Pordezon I BAI Cup 2026 di Mempawah
![]() |
| Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi menyerahkan trofi dan uang pembinan kepada Tim Antam Antibar yang menjadi juara kategori putri Pordezon I BAI Cup 2026. Foto Prokopim Mempawah |
JURNAL GALAHERANG - Tim putra SKB Sengkubang dan tim putri Antam Antibar sukses keluar sebagai juara dalam Turnamen Bola Voli Pordezon I BAI Cup 2026 yang resmi ditutup Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, di Lapangan Bola Voli Di Neray In, Kompleks Keraton Amantubillah, Kelurahan Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur, Jumat malam, 12 Juni 2026.
Turnamen yang diikuti 54 tim dari sembilan kecamatan di Kabupaten Mempawah tersebut berlangsung meriah dan menjadi ajang kompetisi sekaligus mempererat silaturahmi antardesa dan kelurahan. Dari total peserta, sebanyak 31 tim berlaga di kategori putra dan 23 tim di kategori putri.
Pada kategori putra, SKB Sengkubang berhasil meraih gelar juara pertama. Posisi runner-up ditempati STJ VOM Sungai Dungun, disusul PBV Jaguar Anjongan di peringkat ketiga dan Matador Segedong di posisi keempat.
Sementara di kategori putri, Antam Antibar tampil sebagai juara pertama. PPG Kelurahan Terusan berada di posisi kedua, Putri Pinang Segedong menempati peringkat ketiga, dan Barigas Anjongan di urutan keempat.
Dalam sambutannya saat menutup turnamen, Juli Suryadi mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat menyukseskan kegiatan, mulai dari panitia pelaksana, aparat keamanan, tokoh masyarakat hingga warga Kecamatan Mempawah Timur yang menjaga situasi tetap kondusif selama pertandingan berlangsung.
“Suksesnya kegiatan ini merupakan bukti nyata kuatnya semangat gotong royong yang dimiliki masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet bola voli potensial yang dapat membawa nama daerah ke level lebih tinggi.
“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini lahir bibit-bibit unggul yang dapat berkiprah pada berbagai ajang olahraga bola voli, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi, bahkan nasional,” katanya.
Menurut Juli, olahraga bola voli memiliki kekuatan sebagai sarana pemersatu masyarakat tanpa memandang perbedaan latar belakang sosial.
“Olahraga bola voli merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan sosial,” tuturnya.
Ia juga menilai para atlet telah menunjukkan semangat juang tinggi dalam membela desa maupun kelurahannya masing-masing dengan tetap menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung.
Selain menjadi ajang prestasi, lanjutnya, olahraga bola voli juga sarat nilai positif bagi generasi muda, mulai dari kerja sama tim, disiplin, sportivitas hingga semangat pantang menyerah.
“Nilai-nilai tersebut penting agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas dan berdaya saing,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Juli berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan hasil pertandingan, termasuk kekalahan, sebagai pengalaman untuk terus berkembang.
“Dalam sebuah kompetisi, piala hanyalah simbol. Persaudaraan, kejujuran, dan jiwa ksatria yang ditunjukkan di atas lapangan merupakan kemenangan yang sesungguhnya. Kemenangan bukanlah segalanya, tetapi semangat untuk memberikan yang terbaik adalah yang utama," tegasnya.
Penulis : Apri

Posting Komentar