Ikan di Keramba Jaring Apung Sungai Mempawah Mati Massal, Ini Langkah Pemkab!

00:00
00:00
Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah Arifin dan jajaran meninjau lokasi keramba yang mengalami kematian massal ikan di Sungai Mempawah. Foto Istimewa

JURNAL GALAHERANG - Suasana di sepanjang aliran Sungai Mempawah, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, mendadak riuh, Rabu 10 Juni 2026. Ratusan ribu bahkan diperkirakan jutaan ekor ikan budidaya di dalam keramba jaring apung milik warga ditemukan mengambang tak bernyawa. 

Peristiwa kematian massal ini menjadi pukulan telak bagi para pembudidaya lokal yang harus menelan kerugian ekonomi cukup besar.

Merespons bencana tersebut, Bupati Mempawah Erlina menyatakan rasa prihatin dan empati yang mendalam atas musibah yang menimpa warganya.

"Kematian massal ikan-ikan ini tentu menjadi pukulan yang berat bagi perekonomian kita," ujar Erlina, Kamis, 11 Juni 2026.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari laporan para peternak keramba di lapangan pada Kamis kemarin, perkiraan jumlah ikan yang mati secara massal mencapai puluhan ton. 

Sebagian besar ikan jenis emas dan nila yang mati sudah memasuki ukuran siap panen, sehingga akumulasi kerugian material yang diderita kelompok pembudidaya diperkirakan menembus angka ratusan juta rupiah.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Mempawah bergerak cepat dengan menerjunkan tim ke lapangan. Mereka langsung berkoordinasi dengan para pemilik keramba binaan dinas untuk mendata total kerugian pasti serta menenangkan warga agar tidak panik.

Dugaan sementara dari tim ahli DPKPP menunjukkan bahwa peristiwa ini dipicu oleh faktor alam, yaitu melonjaknya tingkat keasaman (pH) air sungai secara drastis (drop). 

Perubahan cuaca ekstrem atau siklus lingkungan dari daerah hulu disinyalir menjadi dalang di balik fenomena turn over atau pembalikan massa air ini.

Untuk meringankan beban para peternak yang terdampak, Pemkab Mempawah saat ini tengah gencar berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat guna menyalurkan bantuan bibit ikan dalam waktu dekat sebagai modal awal pemulihan usaha warga.

Agar bencana serupa tidak terulang di masa depan, Pemkab Mempawah tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek, melainkan telah menyiapkan 3 langkah strategis jangka panjang. 

Pertama, Sstem Peringatan Dini & Pembinaan: Melakukan pemantauan kualitas dan keasaman air sungai secara berkala. Data ini nantinya menjadi panduan bagi peternak untuk memprediksi cuaca dan memilih komoditi ikan yang tepat.

Kedua, Penataan Zonasi Keramba: Mengatur ulang tata letak serta kapasitas keramba di sepanjang sungai agar sirkulasi air tetap sehat dan tidak melebihi daya tampung (carrying capacity).

Ketiga, Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS): Melestarikan ekosistem sungai dari hulu ke hilir. Pemkab Mempawah akan membuka jalur komunikasi lintas wilayah dengan Pemkab Landak, Pemprov, pihak akademisi, hingga komunitas peduli lingkungan.

Peristiwa kelam sejak Rabu 10 Juni 2026 ini menjadi alarm keras bagi semua pihak betapa bergantungnya kehidupan manusia pada daya dukung alam. Pemkab Mempawah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergerak bersama melindungi ekosistem sungai.

"Mari bantu jaga ekosistem Sungai Mempawah dengan tidak membuang sampah dan limbah apa pun ke sungai. Sungai yang sehat adalah urat nadi kehidupan dan perekonomian kita bersama!" pungkasnya. 

Penulis : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Ikan di Keramba Jaring Apung Sungai Mempawah Mati Massal, Ini Langkah Pemkab!
  • Ikan di Keramba Jaring Apung Sungai Mempawah Mati Massal, Ini Langkah Pemkab!
  • Ikan di Keramba Jaring Apung Sungai Mempawah Mati Massal, Ini Langkah Pemkab!
  • Ikan di Keramba Jaring Apung Sungai Mempawah Mati Massal, Ini Langkah Pemkab!
  • Ikan di Keramba Jaring Apung Sungai Mempawah Mati Massal, Ini Langkah Pemkab!
  • Ikan di Keramba Jaring Apung Sungai Mempawah Mati Massal, Ini Langkah Pemkab!

Posting Komentar