Tanam 10.000 Mangrove, Kolaborasi Lintas Sektoral Perkuat Lingkungan Pesisir Mempawah
![]() |
| Aksi penanaman mangrove di Pantai Keramat Kepiting, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Foto Istimewa |
JURNAL GALAHERANG - Sebanyak 10.000 bibit mangrove ditargetkan tertanam di pesisir Kabupaten Mempawah sepanjang 2026. Target itu merupakan kolaborasi Mempawah Mangrove Conservation (MMC), BPOM, dan PT Indofood.
Aksi peduli lingkungan tersebut diawali dengan aksi penanaman di Pantai Keramat Kepiting, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, Minggu, 19 April 2026.
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir sekaligus pencegahan abrasi yang kerap mengancam kawasan pesisir Mempawah.
Sekitar 200 peserta yang terdiri dari karyawan perusahaan, bersama pegawai BPOM Kalimantan Barat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Keramat Kepiting turut ambil bagian dalam aksi penuh semangat itu.
Turut hadir Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Mempawah yang juga Ketua MMC, Raja Fajar Azansyah, Branch Manager PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Pontianak Philipus N.O.A.P, Kepala BPOM Pontianak Hariani, serta Ketua Pokdarwis Keramat Kepiting Sarbaini.
Ketua MMC Raja Fajar Azansyah mengapresiasi komitmen PT Indofood yang secara konsisten terlibat dalam penghijauan kawasan pesisir Mempawah.
Ia mengungkapkan, sejak Februari 2026 pihaknya bersama PT Indofood telah menanam sekitar 5.000 bibit mangrove di kawasan Pantai Keramat Kepiting dan akan terus dilanjutkan hingga mencapai target 10.000 pohon.
“Kolaborasi ini sudah terjalin sejak 2015. Artinya, selama 11 tahun kami bersama-sama menjaga dan menghijaukan pesisir Mempawah,” ujarnya.
Menurutnya, program penghijauan tidak hanya difokuskan di Pantai Keramat Kepiting, tetapi juga dilakukan di lima titik pesisir lainnya di Kabupaten Mempawah.
Sementara itu, perwakilan perusahaan Philipus N.O.A.P, menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekaligus sarana membangun kebersamaan di kalangan karyawan.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan BPOM Pontianak dalam aksi tersebut, yang dinilai semakin memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelestarian lingkungan.
“Kerja sama ini sudah berlangsung lama dan hasilnya terlihat nyata. Mangrove yang ditanam sebelumnya kini tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi pesisir,” ungkapnya.
Philipus turut mengajak seluruh karyawan untuk terus berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah pesisir.
Di sisi lain, Kepala BPOM Pontianak Hariani menyebutkan bahwa partisipasi pihaknya merupakan bagian dari program penanaman 1.000 pohon yang diinisiasi oleh Badan POM RI.
Ia menjelaskan, sebelumnya BPOM juga telah melakukan penanaman pohon produktif seperti durian di lingkungan kerja.
“Kami berkomitmen untuk terus terlibat dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Semoga penanaman mangrove ini memberikan manfaat besar dalam menjaga ekosistem pesisir dan mencegah abrasi,” pungkasnya.***

Posting Komentar