MABM Mempawah Hadiri Halal Bihalal, Gubernur Ria Norsan Tegaskan Adab Melayu di Era Digital

00:00
00:00
Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Pengurus DPD MABM Kabupaten Mempawah saat Halal Bihalal yang digelar DPP MABM Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar. Foto Adpim Kalbar

JURNAL GALAHERANG - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menegaskan pentingnya adab dan marwah Melayu sebagai pondasi utama dalam menghadapi tantangan era digital. 

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Halal Bihalal yang digelar Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu malam, 19 April 2026.

Sejumlah pengurus DPD MABM Kabupaten Mempawah turut menghadiri kegiatan tersebut yang dipimpin Ketua Umum M. Ali Bakar.

Acara berlangsung khidmat, diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an hingga prosesi pemotongan “Nasi Adab”. Kegiatan ini juga dirangkai dengan peluncuran aplikasi Pantunin AI, serta buku Dayak-Melayu, Satu Darah, Dua Dunia yang ditandai pemukulan tar.

Dalam sambutannya, Ria Norsan membuka dengan permohonan maaf Idulfitri, lalu menekankan budaya Melayu bukan sekadar warisan, melainkan sistem nilai yang berlandaskan adab dan tuntunan Ilahi.

“Budaya Melayu itu berpondasi pada adab. Ini pegangan hidup yang tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan. Adat harus tetap membumi, namun puncaknya mengarah pada tuntunan Ilahi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pelestarian kesenian Tundang. Menurutnya, kesenian tersebut bukan hanya hiburan, tetapi sarana komunikasi masyarakat Melayu yang sarat pesan moral.

Di sisi lain, Norsan mengingatkan ancaman di era digital, terutama maraknya disinformasi dan ujaran kebencian. Ia meminta MABM berperan sebagai penjaga nilai sekaligus penyeimbang arus informasi.

“Jangan sampai anak muda kehilangan jati diri. MABM harus jadi jembatan antara nilai luhur masa lalu dan masa depan yang modern,” tegasnya.

Norsan juga menyinggung persiapan Festival Melayu Serumpun 2026 di Pontianak. Ia berharap ajang tersebut tidak hanya megah secara seremoni, tetapi juga mampu menampilkan keindahan adab Melayu di mata dunia.

Menurut Bupati Mempawah dua periode ini, kawasan Waterfront City dan Rumah Melayu perlu dioptimalkan sebagai ikon wisata yang memadukan modernitas dan tradisi.

“Bukan hanya megah secara fisik, tapi juga menunjukkan kemegahan adab Melayu sebagai daya tarik internasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum MABM Kalbar Chairil Effendy menyampaikan bahwa MABM akan terus menjaga marwah Melayu sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Ia menyebut sejak berdiri pada 1997, MABM telah membangun rumah adat di 10 kabupaten/kota, menggelar festival budaya di 14 daerah, hingga meresmikan Museum Melayu di Pontianak pada 2025.

“Kami siap mendukung pemerintah, tapi juga tetap menjalankan fungsi kontrol agar pembangunan berjalan sesuai harkat dan martabat,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, mulai dari anggota DPR RI, kepala daerah dan pengurus MABM kabupaten/kota se-Kalbar, hingga tokoh adat dan Forkopimda.***

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • MABM Mempawah Hadiri Halal Bihalal, Gubernur Ria Norsan Tegaskan Adab Melayu di Era Digital
  • MABM Mempawah Hadiri Halal Bihalal, Gubernur Ria Norsan Tegaskan Adab Melayu di Era Digital
  • MABM Mempawah Hadiri Halal Bihalal, Gubernur Ria Norsan Tegaskan Adab Melayu di Era Digital
  • MABM Mempawah Hadiri Halal Bihalal, Gubernur Ria Norsan Tegaskan Adab Melayu di Era Digital
  • MABM Mempawah Hadiri Halal Bihalal, Gubernur Ria Norsan Tegaskan Adab Melayu di Era Digital
  • MABM Mempawah Hadiri Halal Bihalal, Gubernur Ria Norsan Tegaskan Adab Melayu di Era Digital

Posting Komentar