Bupati Mempawah Erlina Dorong Mitigasi Dini Hadapi Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian

00:00
00:00
Bupati Mempawah Erlina menghadiri Rapat Koordinasi Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian di Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Foto Prokopim Mempawah

JURNAL GALAHERANG - Bupati Mempawah, Erlina, menyoroti ancaman kekeringan yang berpotensi mengganggu sektor pertanian saat menghadiri Rapat Koordinasi Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian di Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Senin, 20 April 2026.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dan diikuti kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Erlina menegaskan bahwa kondisi iklim yang tidak menentu menjadi perhatian serius bagi Kabupaten Mempawah. 

Ia menilai, peningkatan risiko kekeringan dapat berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian, terutama pada lahan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan potensi dampak lanjutan berupa meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini, termasuk memastikan ketersediaan dan distribusi air bagi para petani tetap terjaga. Selain itu, pemerintah daerah perlu melakukan pemetaan menyeluruh terhadap wilayah-wilayah yang rawan terdampak kekeringan.

“Identifikasi daerah rawan menjadi langkah penting agar strategi penanganan bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Erlina menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan peringatan dini dari BMKG terkait potensi kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Mempawah.

Ia pun mendorong seluruh pihak untuk bergerak cepat dalam melakukan langkah antisipatif, sehingga dampak terhadap sektor pertanian dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Dengan persiapan yang matang, kita optimistis risiko bisa diminimalisir,” pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Amran dalam arahannya, menyampaikan capaian positif sektor pangan nasional. 

Ia mengungkapkan stok beras nasional saat ini telah mencapai 5 juta ton, sebuah angka yang disebutnya sebagai rekor baru dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri.

Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, Amran mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Perubahan iklim global yang sulit diprediksi menuntut seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Mentan juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, komunikasi yang efektif, serta keterlibatan aktif dengan para petani sebagai kunci menjaga stabilitas produksi pangan.

“Kekompakan dan sinergi harus terus diperkuat agar ketahanan pangan tetap terjaga,” tegasnya.***

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Bupati Mempawah Erlina Dorong Mitigasi Dini Hadapi Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian
  • Bupati Mempawah Erlina Dorong Mitigasi Dini Hadapi Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian
  • Bupati Mempawah Erlina Dorong Mitigasi Dini Hadapi Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian
  • Bupati Mempawah Erlina Dorong Mitigasi Dini Hadapi Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian
  • Bupati Mempawah Erlina Dorong Mitigasi Dini Hadapi Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian
  • Bupati Mempawah Erlina Dorong Mitigasi Dini Hadapi Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian

Posting Komentar