Dibuka Wabup Juli Suryadi, Seribuan Peserta Semarakkan Festival Tanglong Kuala Mempawah 2026

00:00
00:00
Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi bersama Forkorpimda dan panitia Pawai Tanglong Kuala Mempawah. Foto Apri

JURNAL GALAHERANG - Cahaya tanglong beraneka bentuk menerangi kawasan Taman Kuala Mempawah, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, saat Festival Tanglong Kuala Mempawah Tahun 2026 resmi dibuka pada Selasa malam, 10 Maret 2026. 

Kegiatan yang dipusatkan di Taman Kuala Mempawah tersebut dibuka Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, melalui pelepasan seribuan peserta pawai tanglong yang mengambil rute start dan finish di lokasi yang sama.

Festival yang diselenggarakan oleh Pemuda Kreatif Kuala Mempawah ini berlangsung selama lima hari, mulai 10 hingga 14 Maret 2026. 

Kegiatan pembukaan dihadiri sejumlah pimpinan OPD Pemerintah Kabupaten Mempawah, unsur Forkopimda, Forkopimcam Mempawah Timur, Lurah Pasir Wan Salim, Kepala Desa Pasir Panjang, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, pengamanan turut dilakukan oleh personel Polres Mempawah bersama Polsek Mempawah Timur yang berjaga di sepanjang jalur pawai maupun di sekitar lokasi kegiatan.

Ketua Panitia Festival Tanglong, Yudi Sumanjaya, mengatakan festival tersebut merupakan kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Pemuda Kreatif Kuala Mempawah sejak tahun 2015 sebagai upaya melestarikan tradisi masyarakat yang mulai jarang ditemui.

Ia menjelaskan, tanglong yang oleh masyarakat lama dikenal dengan sebutan Kriang Bandong merupakan alat penerangan tradisional yang biasanya dipasang di halaman rumah atau di sepanjang jalan pada malam-malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam 21 hingga 27 Ramadan.

“Dulu tanglong atau kriang bandong dibuat dari batok kelapa yang diberi pelita sebagai penerangan. Seiring perkembangan zaman, masyarakat mulai berkreasi membuat tanglong dengan berbagai bentuk dan karakter yang menarik,” ujarnya.

Menurut Yudi, festival tersebut bertujuan menjaga serta melestarikan budaya alat penerangan tradisional yang hampir hilang akibat perkembangan teknologi dan alat penerangan modern. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal budaya lokal.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak generasi muda untuk mencintai serta melestarikan berbagai permainan, alat, dan kegiatan tradisional yang menjadi identitas daerah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Yudi juga menyampaikan usulan kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah agar kawasan Taman Kuala Mempawah mendapat perhatian lebih dalam hal perbaikan dan penambahan fasilitas.

Menurutnya, taman yang menjadi pusat kegiatan masyarakat tersebut berpotensi dikembangkan agar dapat dimanfaatkan lebih luas, tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau tetapi juga sebagai tempat berbagai aktivitas masyarakat.

“Kami berharap ke depan Taman Kuala Mempawah dapat diperbaiki serta dilengkapi dengan fasilitas yang memadai sehingga selain berfungsi sebagai taman, juga dapat digunakan untuk kegiatan masyarakat seperti olahraga, hiburan rakyat, kegiatan sosial, serta berbagai event kemasyarakatan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi dalam sambutannya mengapresiasi kreativitas masyarakat yang terus menjaga tradisi tanglong yang menjadi bagian dari budaya lokal.

Ia menyebutkan bahwa dahulu tanglong atau Kriang Bandong umumnya berbentuk bintang, namun kini telah berkembang dengan berbagai desain yang menunjukkan kreativitas masyarakat.

“Kreativitas masyarakat sekarang luar biasa. Tanglong yang dulu sederhana kini tampil dengan berbagai bentuk yang indah dan inovatif,” katanya.

Menurutnya, malam likuran bagi masyarakat bukan sekadar tradisi, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan ibadah di bulan suci Ramadan.

“Festival tanglong ini menjadi simbol kegembiraan masyarakat dalam menyambut malam-malam penuh keberkahan, termasuk malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Laylatul Qadar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan ibadah di tengah kemeriahan festival.

“Silakan bergembira, tetapi jangan sampai meninggalkan salat, tarawih, maupun kegiatan ibadah lainnya. Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak amal,” pesannya.

Selain itu, Wakil Bupati juga mengimbau para peserta dan masyarakat yang menyaksikan pawai untuk tetap menjaga ketertiban serta mengikuti arahan panitia agar kegiatan berjalan aman dan lancar.

Festival Tanglong Kuala Mempawah sendiri menjadi salah satu tradisi Ramadan yang terus dijaga oleh masyarakat sebagai warisan budaya lokal sekaligus wadah kreativitas generasi muda di Kabupaten Mempawah. 

Penulis : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Dibuka Wabup Juli Suryadi, Seribuan Peserta Semarakkan Festival Tanglong Kuala Mempawah 2026
  • Dibuka Wabup Juli Suryadi, Seribuan Peserta Semarakkan Festival Tanglong Kuala Mempawah 2026
  • Dibuka Wabup Juli Suryadi, Seribuan Peserta Semarakkan Festival Tanglong Kuala Mempawah 2026
  • Dibuka Wabup Juli Suryadi, Seribuan Peserta Semarakkan Festival Tanglong Kuala Mempawah 2026
  • Dibuka Wabup Juli Suryadi, Seribuan Peserta Semarakkan Festival Tanglong Kuala Mempawah 2026
  • Dibuka Wabup Juli Suryadi, Seribuan Peserta Semarakkan Festival Tanglong Kuala Mempawah 2026

Posting Komentar