Sambangi PT BAI di Mempawah, Ini Pesan Khusus Anggota DPR RI Franky Sibarani
JURNAL GALAHERANG - Anggota Komisi XIII DPR RI, Fransciscus Maria Agustinus Sibarani yang akrab disapa Franky Sibarani, melakukan kunjungan kerja ke kawasan proyek PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) di Kabupaten Mempawah, Jumat, 20 Februari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Franky didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non-TPI Mempawah, Hartono dan jajaran. Rombongan diterima langsung oleh Head of Department Government Relations dan Corporate Communication PT BAI, Yan Eka Milleza.
Usai pertemuan, Franky menjelaskan bahwa kunjungan kerja ini dilakukan untuk memastikan dukungan layanan keimigrasian berjalan optimal guna menunjang investasi di Kalimantan Barat.
Ia juga menginformasikan bahwa Kantor Imigrasi Kelas III Non-TPI Mempawah telah beroperasi sekitar dua bulan terakhir.
Kehadiran kantor imigrasi dinilai sangat membantu iklim investasi, termasuk yang dilakukan PT BAI, dalam mengurus berbagai kebutuhan keimigrasian secara lebih dekat dan cepat.
“Kami dari Komisi XIII DPR RI yang salah satu mitra kerjanya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ingin memastikan bahwa layanan keimigrasian di Mempawah berjalan dengan baik. Dengan kantor imigrasi yang sudah beroperasi, kebutuhan PT BAI kini bisa dilayani lebih dekat,” ujar Franky.
Baca juga : Menuju Kemandirian Hilirisasi, BAI Tutup Tahun 2025 dengan Produksi Alumina Mendekati 300 Ribu Ton
Franky menjelaskan, kehadiran dirinya ingin melihat sejauh mana dukungan Kantor Imigrasi terhadap investasi. Kalimantan Barat, termasuk Mempawah, memiliki banyak investasi strategis.
"Jadi Kantor Imigrasi mestinya bisa berperan optimal dalam memberikan layanan keimigrasian, terutama kepada para tenaga kerja asing (TKA),” ungkapnya.
Dengan demikian, imbuh dia, layanan visa yang diberikan negara kepada para TKA dapat dipastikan telah dipergunakan secara benar, serta memiliki dokumen yang lengkap.
“Kami berharap seluruh investasi di Kalimantan Barat patuh terhadap ketentuan terkait tenaga kerja asing. PT BAI juga kita dorong agar bisa segera beroperasi penuh, karena serapan tenaga kerja lokalnya akan sangat besar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Franky mengapresiasi langkah PT BAI yang secara berkala mengirimkan sumber daya manusia terbaiknya untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di negara asal pemilik teknologi.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian penting dari proses alih teknologi sekaligus tanggung jawab pemilik teknologi dalam meningkatkan kapasitas tenaga kerja Indonesia.
“Dukungan Imigrasi tentu akan terus ada, termasuk dalam pengiriman SDM terbaik perusahaan untuk belajar teknologi ke negara asal pemilik teknologi sebagai bagian dari transfer pengetahuan. Alih teknologi ini penting agar ke depan semakin banyak tenaga kerja lokal yang mampu mengisi posisi-posisi teknis,” pungkasnya.
Penulis : Apri

Posting Komentar