HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Hingga Malam, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Galang Mempawah

Prajurit Koramil Sungai Pinyuh ikut turun memadamkan kebakaran lahan di Desa Galang. Foto Pendim 1201 Mempawah

JURNAL GALAHERANG - Kebakaran lahan melanda wilayah Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu, 8 Februari 2026.

Kebakaran yang mulai terjadi sejak sore hari ini memaksa tim gabungan pemadam kebakaran, TNI–Polri, dan masyarakat turun langsung berjibaku di lapangan. Hingga malam, proses penjinakan api masih terus berlangsung.

Lahan yang terbakar diketahui merupakan lahan gambut atau rawa, sehingga api mudah merambat di permukaan maupun di bawah tanah. Kondisi tersebut membuat kobaran cepat meluas, terlebih dengan cuaca panas dan angin yang cukup kencang di lokasi kejadian.

Tim gabungan berupaya memadamkan api menggunakan mesin pompa air serta melakukan penyekatan agar kebakaran tidak menjalar ke area lain maupun mendekati permukiman warga. 

Proses pemadaman di lahan gambut juga memerlukan upaya ekstra karena bara api bisa bertahan di dalam lapisan tanah.

Asap tebal akibat kebakaran turut menyelimuti kawasan sekitar dan mengganggu jarak pandang di jalan raya. Pengendara yang melintas di sekitar Desa Galang diimbau untuk ekstra hati-hati, menyalakan lampu kendaraan, dan mengurangi kecepatan karena jarak pandang terbatas.

Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat sejak menerima laporan.

“Sejak sore personel sudah kami turunkan untuk membantu pemadaman bersama Polri, damkar, dan masyarakat. Lahan gambut membuat api cepat menyebar, sehingga kami fokus melokalisir titik api agar tidak meluas serta memastikan keselamatan warga. Kami kembali mengingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” tegasnya.

Sementara itu, Danramil 1201-01/Sungai Pinyuh Kapten Inf Ary Cahyono memastikan personel tetap siaga di titik rawan.

“Upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan sampai api benar-benar padam. Di lahan gambut, potensi api di bawah permukaan harus diwaspadai. Kami mengajak masyarakat segera melapor jika melihat potensi kebakaran sekecil apa pun,” ujarnya.

Hingga malam hari, tim gabungan masih berupaya mengendalikan titik-titik api yang tersisa. Aparat berharap sinergi semua pihak dapat segera menjinakkan karhutla serta meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.***

Ad