Asap Karhutla Kepung Desa Galang, Wabup Mempawah Turun ke Lokasi Ikut Padamkan Api
![]() |
| Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi meninjau dan ikut berupaya memadamkan api di lokasi karhutla Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh. Foto Prokopim Mempawah |
JURNAL GALAHERANG - Asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menyelimuti Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Kondisi ini tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga mulai mengancam kesehatan masyarakat.
Merespons situasi tersebut, Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, turun langsung ke lokasi kebakaran, Kamis, 12 Februari 2026.
Peninjauan dilakukan menyusul meluasnya api di lahan gambut dan semak belukar yang sulit dijangkau sumber air. Karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman berjalan tidak mudah, sementara asap pekat terus menyebar hingga ke permukiman warga.
Dalam keterangannya di lokasi, Juli Suryadi yang sempat ikut memadamkan api menggunakan air melalui selang menyebutkan bahwa dampak karhutla sudah masuk kategori serius.
Sejumlah warga dilaporkan mengungsi, bahkan terdapat korban meninggal dunia yang diduga akibat gangguan pernapasan yang diperparah paparan asap.
“Karhutla di lahan gambut ini sangat sulit dipadamkan. Asap tebal sudah menyebar luas dan berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Mempawah pun menaikkan status penanganan bencana dari siaga menjadi Tanggap Darurat Bencana Asap.
Langkah ini ditempuh untuk mempercepat mobilisasi sumber daya dan memperkuat koordinasi lintas sektor, melibatkan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga relawan.
Selain penanganan darurat di lapangan, Wakil Bupati mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih di tengah musim kemarau dengan curah hujan rendah yang memperbesar potensi kebakaran meluas.
“Kami minta masyarakat benar-benar patuh. Jangan ada pembakaran lahan dalam bentuk apa pun karena risikonya sangat besar,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla untuk meningkatkan patroli, memantau titik panas secara real time, serta melakukan pemadaman dini agar api tidak kembali meluas.
Kepada masyarakat, pemerintah mengimbau agar membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk meminimalkan dampak buruk paparan asap terhadap kesehatan.***

Posting Komentar