Pangkogabwilhan I Tinjau Lokasi Karhutla di Wajok Hilir, Pemulihan Lahan Jadi Perhatian

00:00
00:00
Dandim 1201/Mph Letkol Czi Ali Isnaini mendampingi Danrem 121/Abw Brigjen Purnomosidi dan Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, meninjau salahsatu lokasi terdampak karhutla di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat. Foto Pendim 1201/Mempawah

JURNAL GALAHERANG - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah mulai diarahkan tidak hanya pada pemadaman, tetapi juga pemulihan dan pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi.

Hal itu terlihat saat Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, meninjau langsung lahan terdampak karhutla di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jungkat, Kabupaten Mempawah, Jumat, 4 September 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Pangkogabwilhan I didampingi Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, dan Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini. 

Tidak sekadar meninjau kondisi lahan, Pangkogabwilhan I turut terlibat langsung dalam pemulihan lahan dengan mengaplikasikan formula Bios 44 pada area yang sebelumnya terdampak kebakaran.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan sekaligus pencegahan karhutla, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut yang rentan terbakar.

Bios 44 adalah formula cairan yang berisi racikan mikroorganisme (agen hayati) multiguna temuan TNI AD dari Korem 044/Gapo untuk menyuburkan tanah dan mencegah kebakaran lahan.

Formula ini diharapkan dapat membantu menjaga kondisi lahan tetap lembap dan menekan potensi munculnya kembali api, termasuk dari bagian bawah permukaan tanah.

Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini mengatakan, kehadiran langsung pimpinan TNI di lokasi karhutla memberikan motivasi bagi personel yang selama ini terlibat dalam penanganan di lapangan.

“Ini bukan hanya persoalan memadamkan api. Setelah api padam, kita harus memastikan lahan tersebut tidak kembali terbakar. Karena itu, upaya pencegahan dan pemulihan harus berjalan bersama,” ujar Dandim.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan dilakukan secara berkelanjutan. Selain pemantauan dan penanganan titik api, personel TNI bersama unsur terkait juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan.

“Pencegahan adalah kunci. Kita tidak ingin masyarakat kembali berhadapan dengan asap dan api. Apa yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga wilayah Mempawah tetap aman dari ancaman karhutla,” tambahnya.

Kunjungan Pangkogabwilhan I sekaligus menunjukkan pentingnya penanganan karhutla secara menyeluruh. Setelah api berhasil dikendalikan, kondisi lahan tetap perlu mendapat perhatian agar tidak menjadi sumber kebakaran baru.

TNI bersama pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait terus memperkuat langkah pencegahan, pemantauan serta pemulihan lahan terdampak karhutla di Kabupaten Mempawah.

Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran berulang sekaligus menjaga masyarakat dari dampak asap dan karhutla yang masih menjadi ancaman di Kalimantan Barat.

Penulis : Pendim 1201/Mempawah

Editor : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Pangkogabwilhan I Tinjau Lokasi Karhutla di Wajok Hilir, Pemulihan Lahan Jadi Perhatian
  • Pangkogabwilhan I Tinjau Lokasi Karhutla di Wajok Hilir, Pemulihan Lahan Jadi Perhatian
  • Pangkogabwilhan I Tinjau Lokasi Karhutla di Wajok Hilir, Pemulihan Lahan Jadi Perhatian
  • Pangkogabwilhan I Tinjau Lokasi Karhutla di Wajok Hilir, Pemulihan Lahan Jadi Perhatian
  • Pangkogabwilhan I Tinjau Lokasi Karhutla di Wajok Hilir, Pemulihan Lahan Jadi Perhatian
  • Pangkogabwilhan I Tinjau Lokasi Karhutla di Wajok Hilir, Pemulihan Lahan Jadi Perhatian

Posting Komentar