Kapolres Mempawah Puji Kekompakan Tangani Karhutla, Pimpin Doa untuk Keselamatan dan Hujan

00:00
00:00
Kapolres Mempawah memimpin pembacaan doa memohon perlindungan dan turunnya hujan usai Apel Pagi Siaga Karhutla di Halaman . Foto Istimewa

JURNAL GALAHERANG - Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Ade Chandra saat menghadiri Apel Pagi Siaga Karhutla yang dipimpin Bupati Mempawah Erlina di halaman UPTD KLK UMKM Mempawah, depan Posko Terpadu Karhutla Kabupaten Mempawah, Jalan Daeng Manambon, Jumat, 4 September 2026.

Apel tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Mempawah dan melibatkan personel TNI-Polri, BPBD, KPH, Manggala Agni, Tim Mabes TNI, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Dalam arahannya, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang turun langsung ke lapangan. 

Menurutnya, upaya penanganan karhutla tidak hanya melibatkan masyarakat dan unsur lokal, tetapi juga personel yang datang dari berbagai daerah untuk bersama-sama menjaga wilayah Mempawah.

“Tidak hanya warga tempatan yang ada di sini. Ada juga saudara-saudara kita yang jauh-jauh datang untuk membantu. Ini menunjukkan indahnya NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Ade Chandra.

Ia menekankan, keberagaman latar belakang tidak menjadi penghalang untuk bersatu ketika menghadapi persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

“Kita bersatu padu, satu rasa, satu bahasa. Apa yang menjadi masalah kita hadapi bersama, dan kita jadikan sebagai peluang untuk menyatukan diri dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Ade Chandra juga mengapresiasi kerja bersama seluruh pihak dalam penanggulangan karhutla di Kabupaten Mempawah. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kekuatan penting dalam menghadapi ancaman karhutla, terlebih di tengah kondisi cuaca dan sumber air yang mulai mengering.

Ia menyebut dukungan personel BKO Mabes Polri dan Mabes TNI semakin memperkuat barisan di lapangan. Seluruh unsur, kata dia, memiliki peran yang sama dalam memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan lingkungan tetap terjaga.

Sebagai bagian dari langkah antisipasi, Polres Mempawah telah berhasil membangun tiga titik sumur bor di sejumlah wilayah. 

Fasilitas tersebut disiapkan sebagai salah satu sumber air untuk mendukung penanganan karhutla sekaligus mengantisipasi perkembangan cuaca yang dapat meningkatkan potensi kebakaran.

“Alhamdulillah, sudah berhasil tiga titik sumur bor di beberapa wilayah yang dibuat oleh Polres Mempawah. Ini akan terus kita lakukan sebagai langkah utama untuk mengantisipasi perkembangan cuaca dan sumber air yang mengering,” ujar Ade Chandra.

Ia menegaskan pembangunan sumur bor tersebut tidak berhenti pada tiga titik. Polres Mempawah akan terus mengupayakan penambahan titik sumur bor di wilayah yang dinilai membutuhkan, sehingga ketersediaan sumber air dapat mendukung personel ketika melakukan pemadaman.

Kapolres juga meminta seluruh personel menjadi garda terdepan dalam menyampaikan pesan positif kepada masyarakat. Kehadiran aparat di lapangan, kata dia, harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan bahwa negara tidak tinggal diam menghadapi ancaman karhutla.

“Silakan sampaikan kepada keluarga dan rekan-rekan di mana pun berada. Inilah kita di lapangan, berada di lokasi, bahwa negara hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, seluruh personel yang terlibat merupakan bagian dari garda terdepan dalam menjaga masyarakat dan lingkungan. Karena itu, informasi mengenai langkah-langkah penanganan karhutla juga perlu disampaikan secara positif dan mudah dipahami masyarakat.

“Kita berupaya memberikan solusi melalui kehadiran kita di tengah masyarakat. Negara hadir, dan kita semua adalah garda terdepan,” ucapnya.

Di tengah kondisi kemarau dan ancaman karhutla, Kapolres Mempawah juga mengajak seluruh personel untuk tetap menjaga keselamatan selama menjalankan tugas.

Sebelum mengakhiri kegiatan, Ade Chandra memimpin doa bersama. Doa tersebut dipanjatkan agar seluruh personel yang bertugas senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, kekuatan, serta perlindungan dalam menjalankan tugas di lapangan.

Doa juga dipanjatkan agar hujan segera turun di wilayah Mempawah sehingga dapat membantu meredakan kondisi kering dan mengurangi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Kita serahkan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Besar. Mudah-mudahan di hari Jumat yang berkah ini, Tuhan menurunkan hujan dari langit-Nya yang mulia,” tuturnya.

Kapolres berharap semangat kebersamaan dan gotong royong seluruh unsur dalam menghadapi karhutla terus terjaga. Baginya, sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, instansi terkait, perusahaan dan masyarakat menjadi kekuatan utama untuk menjaga Mempawah tetap aman dari ancaman karhutla.

Penulis : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kapolres Mempawah Puji Kekompakan Tangani Karhutla, Pimpin Doa untuk Keselamatan dan Hujan
  • Kapolres Mempawah Puji Kekompakan Tangani Karhutla, Pimpin Doa untuk Keselamatan dan Hujan
  • Kapolres Mempawah Puji Kekompakan Tangani Karhutla, Pimpin Doa untuk Keselamatan dan Hujan
  • Kapolres Mempawah Puji Kekompakan Tangani Karhutla, Pimpin Doa untuk Keselamatan dan Hujan
  • Kapolres Mempawah Puji Kekompakan Tangani Karhutla, Pimpin Doa untuk Keselamatan dan Hujan
  • Kapolres Mempawah Puji Kekompakan Tangani Karhutla, Pimpin Doa untuk Keselamatan dan Hujan

Posting Komentar