Kabut Asap Ganggu Pelayaran di Mempawah, Satpolairud Minta Nahkoda Berhati-hati
![]() |
| Personel Satpol Airud Polres Mempawah melaksanakan patroli perairan di tengah kabut. Foto Istimewa |
JURNAL GALAHERANG - Kabut asap tak hanya mengganggu aktivitas warga di darat. Di perairan Mempawah, kondisi serupa turut menyulitkan aktivitas pelayaran karena jarak pandang di sejumlah jalur hanya tersisa sekitar 300 hingga 500 meter.
Kondisi itu terpantau di alur Sungai Kapuas serta jalur keluar-masuk kawasan muara laut dan Sungai Kapuas, Jumat, 4 September 2026.
Situasi tersebut membuat Satpolairud Polres Mempawah Polda Kalbar mengingatkan para pengguna jalur perairan untuk tidak mengabaikan faktor keselamatan selama berlayar.
Kasatpolairud Polres Mempawah Iptu Suyadi mengatakan, jarak pandang yang terbatas membuat nakhoda harus lebih cermat membaca situasi di sepanjang alur pelayaran.
“Selalu perhatikan kondisi cuaca, jarak pandang, kondisi alur pelayaran serta keberadaan kapal lain sebelum dan selama melaksanakan pelayaran,” ujar Suyadi.
Ia meminta nakhoda menyesuaikan laju kapal dengan kondisi yang dihadapi. Kecepatan tinggi, kata dia, justru dapat mempersempit waktu untuk mengantisipasi kapal lain yang muncul dari arah berlawanan.
Penggunaan perangkat navigasi juga tidak boleh diabaikan. Lampu navigasi, GPS, alat komunikasi, radar maupun AIS jika tersedia harus dipastikan berfungsi selama pelayaran.
Di tengah jarak pandang yang rendah, komunikasi antarkapal juga perlu lebih aktif. Informasi mengenai posisi dan arah pergerakan kapal dapat membantu mencegah terjadinya tabrakan di alur sungai maupun kawasan muara.
Keselamatan penumpang turut menjadi perhatian. Suryadi meminta jaket pelampung dan perlengkapan keselamatan lainnya tersedia serta dapat segera digunakan ketika terjadi keadaan darurat.
“Utamakan keselamatan. Pastikan seluruh penumpang menggunakan atau mudah mengakses jaket pelampung dan alat keselamatan lainnya,” tegasnya.
Satpolairud Polres Mempawah juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan kejadian darurat di perairan, baik kecelakaan, kapal kandas, kerusakan kapal maupun tubrukan.
Laporan dapat disampaikan melalui layanan Polri 110 atau instansi terkait untuk mempercepat proses pertolongan.
Suyadi berharap kondisi jarak pandang segera membaik sehingga aktivitas pelayaran di Sungai Kapuas dan kawasan muara dapat kembali berlangsung normal.
“Selamat berlayar, semoga selamat sampai tujuan,” pungkasnya.
Penulis : Apri

Posting Komentar