Warga Mempawah Antusias Serbu Operasi Pasar Murah, 1.000 Paket Bapok Ludes Terjual

00:00
00:00

Foto atas : Wabup Juli Suryadi dan Forkorpimda saat membuka Operasi Pasar Pemprov Kalbar di Mempawah. Foto bawah : Antrian panjang warga saat Operasi Pasar di Taman Terminal Mempawah. Foto Diskominfo Mempawah

JURNAL GALAHERANG – Upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Mempawah. 

Sebanyak 1.000 paket kebutuhan pokok disiapkan dalam Operasi Pasar yang digelar di Taman  Terminal Mempawah, Jalan G.M.Taufik, Rabu, 19 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengendalian inflasi daerah Provinsi Kalimantan Barat sekaligus rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Ia didampingi unsur Forkopimda, kepala OPD Pemkab Mempawah, camat serta sejumlah pejabat terkait.

Antusiasme seribuan masyarakat terlihat sejak pagi. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Setiap paket dijual Rp90.000 atau lebih murah dari harga normal Rp125.000, dan berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, serta minyak goreng 1 liter. Selain paket sembako, masyarakat juga dapat membeli telur sebanyak 10 butir dengan harga Rp15.000 per paket.

Kepala Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) Mempawah Johana Sari Margiani mengatakan, operasi pasar murah tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

“Pagi ini disediakan 1.000 paket yang berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram dan minyak goreng 1 liter dengan harga Rp90.000 per paket,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Juli Suryadi meminta masyarakat mengikuti mekanisme pembelian dengan tertib.  Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berulang sebelum warga lain mendapatkan kesempatan. 

"Pasar murah bukan semata-mata ditujukan bagi masyarakat yang memiliki kemampuan membeli, tetapi harus benar-benar memberi ruang bagi masyarakat yang membutuhkan," katanya. 

Ia menilai pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan harga, tetapi juga menyangkut ketersediaan barang dan kemampuan masyarakat untuk membelinya.

“Kalau ada uang tapi tidak ada barang, kita tidak bisa membeli. Begitu juga ada barang kalau tidak ada uangnya, sama-sama tidak bisa. Makanya kita perlu bekerja sama, kita perlu uang dan kita juga perlu barang,” jelasnya.

Juli menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mempawah telah menghadirkan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk bersama-sama mendukung program tersebut dan membantu masyarakat menghadapi tekanan inflasi.

Ia berharap operasi pasar murah dapat memberikan manfaat nyata, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang relatif terjangkau.

“Ini untuk membantu masyarakat Kabupaten Mempawah, setidak-tidaknya untuk mengendalikan inflasi daerah, supaya harga di pasar tetap stabil dan komoditas yang ada tetap tersedia,” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung dengan pengaturan antrean agar pembagian paket berjalan tertib dan merata. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat memanfaatkan program tersebut secara bijak sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak warga.

Penulis : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Warga Mempawah Antusias Serbu Operasi Pasar Murah, 1.000 Paket Bapok Ludes Terjual
  • Warga Mempawah Antusias Serbu Operasi Pasar Murah, 1.000 Paket Bapok Ludes Terjual
  • Warga Mempawah Antusias Serbu Operasi Pasar Murah, 1.000 Paket Bapok Ludes Terjual
  • Warga Mempawah Antusias Serbu Operasi Pasar Murah, 1.000 Paket Bapok Ludes Terjual
  • Warga Mempawah Antusias Serbu Operasi Pasar Murah, 1.000 Paket Bapok Ludes Terjual
  • Warga Mempawah Antusias Serbu Operasi Pasar Murah, 1.000 Paket Bapok Ludes Terjual

Posting Komentar