Polairud dan Polsek Mempawah Timur Kawal Prosesi Buang-Buang Robo’-Robo’ di Muara Kuala Mempawah
![]() |
| Pengamanan prosesi buang-buang rangkaian peringatan Robo'-Robo' di Muara Kuala Mempawah oleh personel Satpol Airud dan Polsek Mempawah Timur. Foto Istimewa |
JURNAL GALAHERANG - Puluhan kapal nelayan bergerak menuju muara Kuala Mempawah, Rabu, 12 Agustus 2026, mengiringi rombongan Raja Mempawah XIV Pangeran Ratu Wirabuana Mochammad Hafidz Adinugraha dalam prosesi buang-buang yang menjadi salah satu rangkaian event budaya Robo’-Robo’.
Tradisi tersebut berlangsung di perairan muara dengan pengamanan petugas gabungan untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan tertib dan aman.
Pengamanan dilakukan Satpolairud Polres Mempawah yang dipimpin Iptu Suyadi bersama Polsek Mempawah Timur yang dipimpin Iptu Imran. Personel juga diperkuat Sathantai XII, Dinas Kesehatan dan BPBD Mempawah dengan dukungan sejumlah sarana perairan.
Kasat Polairud Polres Mempawah, Iptu Suyadi, mengatakan pengamanan difokuskan pada jalur pergerakan rombongan dan kapal-kapal nelayan yang mengikuti prosesi hingga kegiatan berakhir.
“Pengamanan kami lakukan bersama Polsek Mempawah Timur dan unsur terkait untuk memastikan prosesi ritual adat buang-buang berjalan aman, tertib dan lancar,” kata Iptu Suyadi.
Dalam pelaksanaannya, Satpolairud Polres Mempawah menurunkan tujuh personel dengan dua unit sarana air. Sathantai XII mengerahkan enam personel dan satu unit rubber boat, sementara Dinas Kesehatan menyiagakan 12 personel dan BPBD Mempawah menerjunkan 10 personel dengan tiga unit speed.
Rangkaian kegiatan diawali dengan rombongan Raja Mempawah XIV bersama kerabat menaiki kapal dari Dermaga Perikanan Kuala Mempawah. Rombongan kemudian bergerak menuju muara untuk melaksanakan prosesi buang-buang.
Setelah prosesi selesai, rombongan kembali ke dermaga. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan tradisi pepasan ke kapal-kapal nelayan sebelum rombongan Raja menuju tenda acara.
Antusiasme masyarakat pesisir terlihat dari keterlibatan kapal-kapal nelayan yang mengikuti prosesi. Diperkirakan sekitar 30 kapal ikut berada di kawasan perairan muara Kuala Mempawah selama kegiatan berlangsung.
Iptu Suyadi menambahkan, personel di lapangan juga memperhatikan pergerakan kapal peserta agar prosesi budaya dapat berlangsung tanpa mengganggu keselamatan masyarakat yang berada di perairan.
“Seluruh rangkaian kegiatan sampai rombongan kembali ke dermaga berjalan dengan aman dan kondusif,” ujarnya.
Pengamanan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga kelancaran rangkaian Robo’-Robo’ 2026, khususnya kegiatan yang melibatkan masyarakat dan aktivitas perairan di kawasan Kuala Mempawah.
Penulis : Apri

Posting Komentar