Mempawah Runner Up, Tujuh Gelar Juara Umum Jadi Prestasi Panjang di MTQ Provinsi
![]() |
| Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi dan Kafilah MTQ Kabupaten Mempawah saat penutupan MTQ ke-XXXIV Kalbar di Kayong Utara. Foto Diskominfo Mempawah |
JURNAL GALAHERANG - Panggung terakhir MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara, Sabtu malam, 8 Agustus 2026, menempatkan Mempawah di posisi kedua.
Dalam keputusan Dewan Hakim MTQ XXXIV, Mempawah mengoleksi 202 poin, berada di bawah Kabupaten Kubu Raya yang meraih 213 poin. Kota Pontianak menyusul di posisi ketiga dengan 178 poin.
Di tengah suasana penutupan tersebut, Kabupaten Mempawah tetap membawa pulang capaian membanggakan.
Berdasarkan keputusan Dewan Hakim MTQ XXXIV, Mempawah menempati peringkat kedua dengan raihan 202 poin, hanya terpaut 11 poin dari Kabupaten Kubu Raya yang keluar sebagai juara umum dengan 213 poin.
Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi hadir langsung pada malam penutupan bersama Sekretaris Daerah Mempawah Abdul Malik dan Ketua TP PKK Kabupaten Mempawah Rosnilawati Juli.
Hasil tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang Mempawah dalam ajang MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Sebelum tahun ini, Mempawah tercatat telah tujuh kali berturut-turut menyandang gelar juara umum.
Karena itu, posisi runner up tahun ini tidak serta-merta menghapus catatan panjang tersebut. Justru, raihan 202 poin menunjukkan Mempawah tetap berada di jajaran teratas kekuatan MTQ Kalimantan Barat.
Ketua Umum LPTQ Kabupaten Mempawah, Ismail, meminta seluruh kafilah tidak larut dalam hasil akhir. Menurutnya, posisi kedua merupakan hasil dari proses panjang yang sudah dilalui peserta, pelatih, ofisial dan seluruh tim sejak persiapan hingga perlombaan.
“Apapun hasilnya, mari kita terima dengan lapang dada dan penuh syukur. Inilah hasil terbaik yang diberikan Allah SWT melalui penilaian Dewan Hakim,” kata Ismail.
Ia menyebut 54 peserta yang dibawa ke MTQ Kalbar merupakan hasil seleksi terbaik dari MTQ tingkat Kabupaten Mempawah di Sadaniang. Sebelum bertanding, mereka juga menjalani pemusatan latihan atau Training Center dengan pendampingan pelatih sesuai bidang masing-masing.
Karena itu, Ismail menilai capaian kafilah tidak semata-mata dilihat dari posisi akhir klasemen.
“Anak-anak sudah memberikan kemampuan terbaik. Terima kasih kepada peserta, pelatih dan seluruh tim yang telah bekerja selama persiapan,” ujarnya.
Kepada peserta yang berhasil meraih prestasi, ia berpesan agar capaian tersebut menjadi penyemangat untuk meningkatkan kemampuan. Sedangkan bagi yang belum mendapat hasil seperti yang diharapkan, Ismail meminta mereka tidak patah semangat.
“Yang belum berhasil jangan berkecil hati. Kesempatan masih panjang. Tetap berlatih karena MTQ berikutnya sudah menanti,” katanya.
Ia bahkan langsung mengarahkan pandangan ke MTQ XXXV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kota Pontianak pada 2027 sebagai kesempatan berikutnya bagi para peserta untuk kembali bersaing.
Penutupan MTQ di Sukadana malam itu pun menjadi akhir dari satu babak. Mempawah memang tidak kembali membawa pulang piala juara umum, tetapi tetap membawa catatan penting: tujuh kali juara berturut-turut dan tahun ini finis sebagai runner up dengan selisih tipis dari pemuncak klasemen.
Bagi kafilah Mempawah, perjalanan di Kayong Utara berakhir di podium kedua. Selanjutnya, tradisi panjang itu akan kembali menjadi pijakan untuk menghadapi MTQ berikutnya.
Berikut hasil enam besar MTQ XXXIV Kalbar 2026, Kubu Raya (213 poin), Mempawah (202 poin), Kota Pontianak (178 poin), Sambas (159 poin), Kayong Utara (124 poin), dan Ketapang (114 poin).
Penulis : Apri

Posting Komentar