Kolaborasi Organisasi dan Komunitas Semarakkan Robo’-Robo’ Lewat Saprahan di Waterfront Mempawah

00:00
00:00
Makan saprahan di Taman Waterfront Mempawah yang dilaksanakan berbagai komunitas dan organisasi  pada momen perayaan Robo'-Robo' Mempawah tahun 2026bdisambut antusias masyarakat. Foto Istimewa

JURNAL GALAHERANG - Masyarakat dari berbagai latar belakang memadati Taman Waterfront Mempawah, Jalan Gst. M. Taufik, Rabu, 12 Agustus, 2026. dalam kegiatan doa bersama dan makan saprahan bertajuk Robo'-Robo' Bumi Galah Herang.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Warga datang bersama keluarga, kelompok maupun organisasi dengan membawa aneka makanan untuk disantap bersama. 

Beragam hidangan tradisional, termasuk sekitar 1.000 aneka kue dan ketupat, tersaji dalam kegiatan saprahan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Robo'-Robo' di Kabupaten Mempawah.

Kebersamaan semakin terasa karena kegiatan tidak hanya diikuti masyarakat Melayu, tetapi juga berbagai etnis dan unsur masyarakat lainnya. Mereka duduk bersama, menikmati hidangan, berinteraksi serta melestarikan tradisi melalui pantun.

Kegiatan ini juga menjadi gambaran kuatnya kolaborasi berbagai organisasi, dunia usaha dan komunitas dalam menjaga tradisi serta memperkuat persaudaraan masyarakat Mempawah.

Sejumlah unsur yang terlibat antara lain WK Kampoeng Mempawah, Dewan Adat Dayak Kecamatan Toho, IKAMI Sulsel, Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Mempawah, dan Laskar Pemuda Melayu Kalimantan Barat.

Kemudian Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Satu Hati Kalimantan, Kopi Pantun Mempawah, Anak Mempawah Punye Cerite (AMPC), serta berbagai organisasi dan unsur masyarakat lainnya.

Kolaborasi tersebut membuat saprahan Robo'-Robo' tidak sekadar menjadi kegiatan makan bersama, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai komunitas dan kelompok masyarakat dalam suasana kekeluargaan.

Di tengah kemeriahan kegiatan, hadir pula rombongan dari Malaysia yang memenuhi undangan Istana Amantubillah Mempawah. Salah satunya Haji Zul, wisatawan asal Kedah, Malaysia, yang baru pertama kali datang ke Kalimantan Barat dan Kabupaten Mempawah.

Azizul menyempatkan diri menyaksikan langsung kegiatan di Waterfront Mempawah. Ia mengaku takjub melihat masyarakat yang datang membawa makanan masing-masing untuk kemudian dinikmati bersama.

“Saye pertama kali datang ke Kalimantan Barat, pertama kali juga ke Mempawah. Saye sangat takjub melihat kegiatan kebersamaan seperti ini. Warga datang masing-masing membawa makanan, kemudian makan bersame,” ujarnya. 

Ia juga terkesan dengan tradisi berbalas pantun yang berlangsung di tengah kegiatan.

“Ada pantun juga. Pantun disampaikan, kemudian dibalas. Ini sesuatu yang menarik. Apalagi ada ketupat, banyak ketupat dan makanan tradisional,” katanya.

Azizul menilai kegiatan tersebut memperlihatkan kekayaan budaya sekaligus kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Mempawah.

“Seronok kebudayaan di Mempawah. Saya sangat senang dapat datang ke sini dan melihat sendiri masyarakat berkumpul bersama,” ungkapnya.

Penulis : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kolaborasi Organisasi dan Komunitas Semarakkan Robo’-Robo’ Lewat Saprahan di Waterfront Mempawah
  • Kolaborasi Organisasi dan Komunitas Semarakkan Robo’-Robo’ Lewat Saprahan di Waterfront Mempawah
  • Kolaborasi Organisasi dan Komunitas Semarakkan Robo’-Robo’ Lewat Saprahan di Waterfront Mempawah
  • Kolaborasi Organisasi dan Komunitas Semarakkan Robo’-Robo’ Lewat Saprahan di Waterfront Mempawah
  • Kolaborasi Organisasi dan Komunitas Semarakkan Robo’-Robo’ Lewat Saprahan di Waterfront Mempawah
  • Kolaborasi Organisasi dan Komunitas Semarakkan Robo’-Robo’ Lewat Saprahan di Waterfront Mempawah

Posting Komentar