Bukan Sekadar Seremonial, Robo-Robo Jadi Pengikat Sejarah dan Kebersamaan Masyarakat Mempawah

00:00
00:00
Pemukulan rebana oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan, Bupati Mempawah Erlina, Raja Mempawah XIV Pangeran Ratu Wirabuana Mohammad Hafizh Adinugraha dan Forkorpimda. Foto Prokopim Mempawah

JURNAL GALAHERANG - Kawasan Pelabuhan Kuala Mempawah kembali menjadi titik berkumpulnya masyarakat dalam Festival Budaya Robo-Robo 2026 di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu, 12 Agustus 2026. 

Tradisi yang setiap tahun diperingati masyarakat Kabupaten Mempawah itu berlangsung meriah, namun tetap khidmat.

Festival dibuka Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan. Hadir Bupati Mempawah Erlina, Raja Mempawah XIV Pangeran Ratu Wirabuana Mohammad Hafizh Adinugraha, Forkorpimda Kalbar, serta para raja dari sejumlah daerah di Indonesia. 

Robo-Robo tidak bisa dilepaskan dari sejarah kedatangan Opu Daeng Menambon ke Mempawah. Karena itu, pelaksanaan di kawasan muara menjadi bagian penting dari napak tilas sekaligus upaya mengingat kembali perjalanan sejarah yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Mempawah.

Ria Norsan mengatakan Robo-Robo memiliki nilai budaya dan sejarah yang kuat. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya dipertahankan sebagai tradisi, tetapi juga dikembangkan sehingga mampu menarik lebih banyak orang datang ke Mempawah.

Menurutnya, pemerintah daerah dan kerajaan perlu duduk bersama untuk membuat penyelenggaraan Robo-Robo semakin menarik.

“Perlu kolaborasi antara Kerajaan Mempawah dan Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk mengemas kegiatan ini agar lebih baik. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan mendukung dan membantu sehingga kegiatan ini semakin menarik, sekaligus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Ria Norsan.

Ia menilai pengembangan Robo-Robo dapat berjalan beriringan dengan pelestarian sejarah. Cerita tentang perjalanan Opu Daeng Menambon, kata dia, perlu terus disampaikan kepada generasi berikutnya.

“Harus kita ceritakan kepada anak cucu, sehingga mereka tahu bahwa ini merupakan napak tilas Opu Daeng Menambon ketika memasuki daerah yang kini menjadi Kota Mempawah,” katanya.

Bupati Mempawah Erlina juga menempatkan Robo-Robo sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat Mempawah. Baginya, tradisi tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar rangkaian kegiatan tahunan.

“Robo-Robo bukan sekadar ritual tahunan atau seremonial biasa. Bagi kita masyarakat Kabupaten Mempawah, Robo-Robo adalah simbol perekat sosial, cerminan sejarah, dan bukti nyata kekayaan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun," ungkap Erlina.

Erlina mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Robo-Robo untuk terus memperkuat hubungan antarsuku, agama dan golongan. Ia menyebut keberagaman masyarakat Mempawah sebagai modal dalam membangun daerah.

Di saat yang sama, pemerintah daerah melihat Robo-Robo punya peluang untuk memberi dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran UMKM dan pelaku ekonomi kreatif menjadi salah satu bagian yang ingin terus didorong.

“Kita berharap Festival Robo-Robo dapat menjadi magnet pariwisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif,” tegasnya.

Erlina menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan festival tahun ini. Ia berharap penyelenggaraan Robo-Robo ke depan tidak berjalan dengan pola yang sama, tetapi terus diperbaiki dan dikembangkan.

Pemerintah, kerajaan, masyarakat, komunitas hingga berbagai pihak lainnya dinilai perlu mengambil peran agar Robo-Robo semakin dikenal tanpa kehilangan nilai sejarah yang menjadi dasar tradisi tersebut.

“Saya yakin ke depannya kegiatan ini dapat dikemas lebih baik. Dengan adanya sinergi antara kerajaan dan pemerintah, kegiatan ini benar-benar dapat semakin meriah dan diisi dengan berbagai kegiatan yang menarik," ujarnya.

Dari pihak kerajaan, Raja Mempawah XIV Pangeran Ratu Wirabuana Mohammad Hafizh Adinugraha mengucapkan terima kasih kepada keluarga kerajaan dan masyarakat yang selama ini tetap menjaga Robo-Robo.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Robo-Robo di kawasan muare bukan tanpa alasan. Lokasi tersebut berkaitan dengan napak tilas kedatangan Opu Daeng Menambon ke Mempawah.

Bagi Hafizh, napak tilas bukan hanya kegiatan untuk mengenang sebuah peristiwa. Ada pesan yang ingin diteruskan kepada generasi sekarang agar mereka mengetahui asal-usul daerah tempat mereka hidup.

“Napak tilas berarti melihat kembali ke belakang untuk mengetahui dari mana kita berasal. Hal itu menjadi pembelajaran dan penerang bagi kita dalam menjalani kehidupan pada masa sekarang," jelasnya.

Karena itu, ia berharap semakin banyak generasi muda dan komunitas yang ikut terlibat dalam Robo-Robo. Menurutnya, keberadaan generasi penerus menjadi bagian penting dalam menjaga agar tradisi tersebut tidak berhenti pada satu generasi.

“Sinergi antara semua pihak akan membawa Robo-Robo semakin dikenal. Kerajaan Mempawah siap berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk mengembangkan dan memajukan tradisi ini,” ujarnya.

Festival Budaya Robo-Robo Kabupaten Mempawah 2026 turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Mempawah, Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi, Sekda Mempawah Abdul Malik, para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah serta sejumlah tamu undangan.

Penulis : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Bukan Sekadar Seremonial, Robo-Robo Jadi Pengikat Sejarah dan Kebersamaan Masyarakat Mempawah
  • Bukan Sekadar Seremonial, Robo-Robo Jadi Pengikat Sejarah dan Kebersamaan Masyarakat Mempawah
  • Bukan Sekadar Seremonial, Robo-Robo Jadi Pengikat Sejarah dan Kebersamaan Masyarakat Mempawah
  • Bukan Sekadar Seremonial, Robo-Robo Jadi Pengikat Sejarah dan Kebersamaan Masyarakat Mempawah
  • Bukan Sekadar Seremonial, Robo-Robo Jadi Pengikat Sejarah dan Kebersamaan Masyarakat Mempawah
  • Bukan Sekadar Seremonial, Robo-Robo Jadi Pengikat Sejarah dan Kebersamaan Masyarakat Mempawah

Posting Komentar