Diduga Dipicu Persoalan Asmara, Pria Asal Anjongan Ditemukan Meninggal di Warkop Sungai Pinyuh
JURNAL GALAHERANG - Seorang pria berinisial Z (29) ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di salah satu warung kopi, di Jalan Raya Pontianak, Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin dini hari, 6 Juli 2026.
Peristiwa tersebut menggegerkan para karyawan dan pengunjung warung kopi sekitar pukul 00.15 WIB. Korban diketahui merupakan warga Kecamatan Anjongan.
Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Agus Suryana, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, personel Polsek Sungai Pinyuh bersama tim terkait langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Begitu menerima informasi, anggota segera menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP, memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Mempawah dan tenaga medis dari Puskesmas Sungai Pinyuh," ujar AKP Agus Suryana.
Berdasarkan keterangan saksi berinisial I (21), yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan korban, sekitar pukul 23.00 WIB korban datang ke warung kopi tersebut dan memesan segelas susu. Korban kemudian duduk di dalam ruangan.
Sekitar pukul 00.10 WIB, saksi hendak menuju toilet yang berada di bagian belakang. Saat melintasi meja tempat korban sebelumnya duduk, ia mendapati korban sudah tidak berada di tempat, sementara telepon genggam, rokok, dan minuman milik korban masih tertinggal di atas meja.
Ketika melanjutkan langkah menuju toilet, saksi melihat korban sudah tergantung di area tangga yang menghubungkan lantai satu dan lantai dua. Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan kepada rekan-rekannya.
Sejumlah orang yang berada di lokasi segera berupaya menolong korban dengan memotong kain yang digunakan sebagai alat gantung sebelum korban diturunkan ke lantai.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan kain yang diduga digunakan korban untuk mengakhiri hidup. Kain tersebut merupakan sobekan kain gorden yang dililit beberapa lapis dan diikat pada pagar kayu lantai dua. Selain itu, petugas juga menemukan sepasang sandal korban, serta bekas cairan yang diduga urine di lokasi kejadian.
Hasil pemeriksaan luar oleh dokter Puskesmas Sungai Pinyuh menunjukkan adanya beberapa tanda yang sesuai dengan kematian akibat gantung diri. Petugas medis juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
AKP Agus Suryana mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan para saksi, korban diduga nekat mengakhiri hidup karena persoalan pribadi.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga mengalami persoalan dalam hubungan asmara. Namun demikian, kami tetap melakukan penyelidikan sesuai prosedur untuk memastikan seluruh fakta di lapangan," katanya.
Kapolsek menambahkan, pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi setelah mendapat penjelasan dari pihak medis.
"Keluarga korban menerima kejadian ini dengan ikhlas dan memilih tidak dilakukan autopsi. Hasil pemeriksaan luar juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," pungkasnya.
Penulis : Apri
Catatan Redaksi: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tekanan emosional, putus asa, atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, jangan hadapi sendiri. Bicarakan dengan keluarga, sahabat, tenaga kesehatan, psikolog, atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan bantuan.

Posting Komentar