Warisan Kebaikan Selama 48 Tahun, Warga Kuala Secapah Rawat Tradisi Santunan Yatim Piatu di Malam Asyura
![]() |
| Kabag Kesra Setda Mempawah Rahmanudin Wiyono berinteraksi dengan anak-anak yatim pada momen peringatan malam Asyura di Masjid Jami' Darul Muttaqin. Foto Diskominfo Mempawah |
JURNAL GALAHERANG - Tradisi santunan anak yatim piatu dalam rangka Malam Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah kembali digelar di Masjid Jami' Darul Muttaqin, Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Rabu malam, 24 Juni 2026.
Kegiatan yang telah berlangsung selama 48 tahun tersebut menjadi bukti kuat kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim dan piatu di desa tersebut.
Acara dihadiri Kabag Kesra Setda Kabupaten Mempawah Rahmanudin Wiyono yang mewakili Bupati Mempawah, Plt Camat Mempawah Hilir Syamsul Rizal, unsur Forkopimcam, perwakilan Danyonmarhanlan XII Pontianak, Kepala Desa Kuala Secapah Mawardi, Ketua BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para jamaah.
Pada tahun ini, sebanyak 51 anak yatim dan piatu menerima santunan dengan nominal lebih dari Rp1 juta per anak. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan awal pelaksanaan santunan yang dimulai sekitar tahun 1982, yang saat itu santunan diberikan sebesar Rp50 per anak.
Dalam sambutannya, Rahmanudin Wiyono mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Kuala Secapah yang mampu mempertahankan tradisi mulia tersebut selama hampir lima dekade.
"Ini kegiatan yang luar biasa. Sudah berjalan 48 tahun. Dari santunan Rp50 pada awal pelaksanaannya hingga sekarang setiap anak menerima lebih dari Rp1 juta. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat yang terus tumbuh dari tahun ke tahun," ujarnya.
Ia juga berpesan kepada anak-anak penerima santunan agar tidak melupakan jasa dan kebaikan para donatur yang telah membantu mereka.
"Kepada adik-adik yang menerima santunan, jangan lupa mendoakan orang-orang yang telah berbuat baik kepada kalian. Doakan mereka agar selalu diberikan keberkahan oleh Allah SWT," pesannya.
Rahmanudin turut memberikan apresiasi kepada pengurus Masjid Jami' Darul Muttaqin yang dinilai berhasil mengayomi dan memberi ruang bagi remaja masjid untuk aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan santunan dengan nilai yang cukup besar tidak terlepas dari sinergi antara pengurus masjid, panitia, para donatur, dan masyarakat.
"Ini menunjukkan pengurus masjid di sini mampu membina dan mendukung remaja masjid. Kegiatan positif seperti ini tentu tidak akan berjalan tanpa dukungan penuh dari pengurus dan masyarakat," katanya.
Selain penyerahan santunan, rangkaian kegiatan Malam Asyura juga diisi dengan pembacaan ayat suci Alquran, doa bersama, tausiyah agama oleh Ustaz Bustomi Bushiri, serta berbagai kegiatan interaktif bersama anak-anak yatim.
Tradisi santunan anak yatim di Kuala Secapah sendiri berawal dari inisiatif kelompok pengajian yang dipelopori almarhum Ustaz Bukhari bersama sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Hingga kini, tradisi tersebut terus diwariskan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, masyarakat berharap kegiatan yang telah menjadi bagian dari sejarah Desa Kuala Secapah ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi generasi-generasi berikutnya.
Penulis : Apri

Posting Komentar