Sedikitnya 18 Ruko dan Rumah Terdampak Kebakaran di Pasar Sungai Pinyuh, Penyebab Masih Diselidiki
![]() |
| Kebakaran di kawasan Pasar Pagi Sungai Pinyuh Mempawah, Kalbar, yang menyebabkan 18 ruko terdampak. Foto Istimewa |
JURNAL GALAHERANG - Pasca kebakaran hebat yang melanda kawasan Pasar Pagi Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Selasa petang, 9 Juni 2026, pihak Polsek Sungai Pinyuh, Polres Mempawah, Polda Kalbar, menyampaikan informasi awal terkait peristiwa tersebut. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan petugas.
Kapolsek Sungai Pinyuh, AKP Agus Suryana mengatakan peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 17.45 WIB di kawasan Jalan Pasar Pagi RT 01 RW 05, Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh. Api pertama kali diketahui muncul di area pertokoan dan dengan cepat membesar sehingga menghanguskan sejumlah bangunan di lokasi.
“Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, api pertama kali terlihat disertai kepulan asap dari area antara ruko nomor 34 dan 35 di samping usaha laundry. Namun hingga saat ini asal mula api masih dalam proses penyelidikan,” ujar Agus.
Dari data sementara yang dihimpun Polsek Sungai Pinyuh, sedikitnya sekitar 18 unit ruko dan rumah terdampak dalam kebakaran tersebut. Beberapa usaha yang terdampak di antaranya usaha bakmi, jasa ekspedisi, toko sembako, laundry, warung kopi, toko pakaian, toko obat, usaha kopi bubuk, toko emas, hingga rumah tinggal warga.
Agus Suryana menjelaskan, petugas kepolisian bersama unsur terkait langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Sejumlah langkah penanganan dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan proses pemadaman berjalan lancar.
“Kami segera mendatangi lokasi kejadian, mengamankan area, membantu pengaturan arus lalu lintas, memasang garis polisi, melakukan pendataan pemilik ruko, serta meminta keterangan dari para saksi,” jelasnya.
Proses pemadaman melibatkan kekuatan gabungan dari berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Mempawah, BPAS Sungai Pinyuh, Jaguar pemadam dari Sungai Purun, Jungkat, Kota Pontianak, Mempawah, unit pemadam PT Antam, Tambelan, hingga Budi YPK. Total sekitar 30 lebih unit mobil pemadam dikerahkan guna mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke bangunan lain di kawasan pasar.
Menurut Agus Suryana, kondisi bangunan yang sebagian besar merupakan bangunan lama dan banyak menggunakan material kayu menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api cepat menjalar. Selain itu, akses jalan yang relatif sempit juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
“Untuk dugaan sementara, kemungkinan penyebab kebakaran masih mengarah pada gangguan instalasi listrik, namun kami belum dapat memastikan karena masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Beruntung tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara total kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Penulis : Apri

Posting Komentar