Bupati Mempawah Tegaskan Pengisian JPT Pratama Dilakukan Secara Profesional dan Transparan
![]() |
| Bupati Mempawah Erlina dan Sekda Mempawah Ismail bersama 17 pejabat peserta uji kompetensi seleksi terbuka JPT Pratama. Foto Prokopim Mempawah |
JURNAL GALAHERANG - Pemerintah Kabupaten Mempawah memastikan proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama berjalan secara terbuka dan bebas dari campur tangan pihak mana pun.
Hal ini ditegaskan Bupati Mempawah Erlina, saat membuka tahapan uji kompetensi bidang berupa wawancara terhadap 17 pejabat peserta seleksi terbuka JPT, di Kota Pontianak, Sabtu, 2 Mei 2026.
Tahap wawancara menjadi penutup dari rangkaian seleksi terbuka yang diikuti para aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Mempawah.
Tahun ini, seleksi tidak hanya dilakukan untuk mengisi tiga posisi kepala organisasi perangkat daerah, tetapi juga untuk jabatan Sekretaris Daerah.
Adapun jabatan yang dilelang meliputi Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Baca juga : Seleksi JPT Pratama Mempawah, Berikut Wajah-wajah Kandidat Sekda hingga Kadis
Menurut Erlina, keberadaan seleksi terbuka ini memiliki arti penting dalam menentukan kualitas kepemimpinan birokrasi ke depan.
Pemerintah daerah, kata dia, berupaya mendapatkan figur yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan visi yang jelas.
Ia menambahkan, khusus untuk jabatan Sekretaris Daerah, posisi tersebut merupakan jabatan karier tertinggi dalam struktur aparatur sipil negara di daerah, sehingga proses pemilihannya harus dilakukan secara cermat dan profesional.
Dalam pelaksanaannya, seleksi dilakukan dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, serta sistem merit. Dengan demikian, setiap peserta memiliki peluang yang sama berdasarkan kemampuan dan rekam jejak masing-masing.
Sebanyak 17 pejabat mengikuti seleksi ini setelah sebelumnya dinyatakan lulus tahap administrasi dan penelusuran rekam jejak. Pada tahap akhir wawancara, para peserta diuji terkait gagasan, strategi, serta kemampuan kepemimpinan dalam menjawab tantangan di instansi yang akan dipimpin.
Melalui proses ini, pemerintah berharap dapat menetapkan pejabat yang mampu mendorong kinerja pemerintahan, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Mempawah.***

Posting Komentar